Awas Ada Anjing!!
Sahabat sekalian, tentunya anda pernah atau sering menemukan rumah seseorang yang di pintu pagarnya di tulisi “Awas ada Anjing” atau dalam bahasa Inggrisnya “Beware of Dog”, bahkan terkadang tulisannya ditambahi dengan “Galak” jadi terbaca “Awas ada anjing galak”. Biasanya saat kita membaca tulisan itu, jika kita sedang ingin berkunjung ke rumah tersebut, langsung timbul pikiran keder, was was dan berhati hati bukan?
Nah kali ini saya ingin bercerita, tentang pengalaman seorang petugas sensus yang bertugas untuk mendata semua warga yang ada di sebuah desa pertanian. Suatu hari, petugas itu mendatangi semua rumah di desa pertanian tersebut untuk melaksanakan tugasnya.
Ketika dia tiba di sebuah rumah di ujung jalan, dia was was dan tidak berani turun dari mobilnya untuk mengetuk pintu rumah tersebut, karena di pintu rumah itu terpasang sebuah tulisan yang terbaca dengan jelas : “ Awas ada Anjing”. Dia pun lantas membunyikan klakson mobilnya untuk ganti mengetuk pintu rumah tersebut.
Dan tak lama kemudian, seorang wanita tua kecil, dengan rambut yang sudah beruban membuka pintu, di sampingnya terlihat seekor anjing Chihuahua yang kecil. Anjing itu terlihat sangat jinak dan lucu imut imut, dan siapapun yang melihat anjing itu tentunya tidak akan merasa takut apapun juga.
Setelah selesai dengan pengisian formulir data yang diperlukan, petugas sensus itu merasa penasaran dengan tanda “Awas ada Anjing“ itu, kemudian diapun bertanya kepada wanita tua itu. “Bu, Apakah tanda awas ada anjing itu ditujukan pada anjing Chihuahua kecil ini?”
Wanita tua tersebut, sambil mengendong anjingnya lalu menjawab
“Ya tentu saja, karena saya memang hanya punya satu anjing kecil ini saja sebagai teman saya”
Hahaha…. Sahabat sekalian, tentunya kita semua pernah mengalami kejadian yang hampir serupa dengan petugas sensus tersebut. Di saat kita merasa takut, atau tidak berani melangkah mengambil tindakan untuk kemajuan kita, hanya dikarenakan kita telah terlalu cepat mengambil suatu kesimpulan atau asumsi? Dan ternyata kesimpulan atau asumsi kita itu salah, karena kenyataannya tidak seperti yang ada di pikiran kita sebelumnya, dan kemudian kita merasa sangat menyesal, karena kesempatan tersebut sudah berlalu.
Atau sebaliknya yang terjadi, kita salah mengambil suatu keputusan penting, akibat terlalu cepat mengambil kesimpulan atau asumsi atas suatu hal. Jika kesalahan ini hanya menimbulkan kerugian kecil, kita bisa berkata “ya sudahlah….belum rejeki, nanti bisa dikompensasi dengan keuntungan dari hal lainnya”, tetapi jika hal ini menimbulkan kerugian yang sangat besar, yang kerugiannya setara dengan penghasilan atau tabungan kita bertahun tahun, bagaimana? Walau sudah dikompensasi dengan keuntungan lainnya, tetap minus dan membuat Anda harus bekerja keras lagi bertahun tahun untuk mengembalikan kerugian tersebut.
Sahabat sekalian, dalam dunia bisnis ataupun investasi baik dalam bidang properti, saham, emas ataupun lainnya, hal tersebut sangat sering terjadi. Banyak orang yang mengalami kerugian, karena salah mengambil kesimpulan atau asumsi hanya berdasarkan informasi atau tulisan awal saja, seperti cerita tulisan “Awas ada anjing” diatas. Dan biasanya hal ini terjadi, karena kita percaya begitu saja dengan hal yang tampaknya terlihat bagus, kedengarannya luarbiasa…… tanpa kita melakukan “PR” kita, tanpa kita melakukan survey atau analisa mendalam. Dan yang lebih parahnya lagi, seringkali asumsi atau kesimpulan itu tanpa kita sadari diambil berdasarkan pendapat atau opini pasar, yang sebenarnya berawal dari sebuah iklan promosi atau slogan promosi suatu produk investasi tertentu atau berawal dari kalimat rayuan salesman penjualnya.
Saya pernah datang ke sebuah kantor pemasaran sebuah produk properti, yang belum ada propertinya, jangankan fondasi bangunannya, bahkan bangunan lama tempat properti yang baru akan dibangunpun masih berdiri dengan megah, belum di hancurkan. Tetapi si salesman / marketing produk tersebut, berkata demikian “Saya garansi, bapak pasti untung kalau beli properti ini sekarang, harganya pasti naik pak” …..hehehe…. saya hanya tersenyum saja, kemudian saya balik bertanya “Ok, kalo ternyata propertinya terlambat jadi atau diserahterimakan, dan kenaikan harganya tidak seperti yang kamu janjikan, apa kamu berani kasih ganti rugi?” kemudian sales itu menjawab, “Oh ya nggak begitu pak, ini kan baru perkiraan saja” …..hmmmmm…. dalam hati saya cuma berkata “diawal tadi si sales, ngomong berani garansi pasti harga naik…sekian sekian sekian….begitu, gue tanya garansi dia atas garansi kenaikan harga tersebut, dia ngelesss…..dasar mulut……”
Makanya saya berulang kali ingatkan sahabat sahabat saya, aturan main yang pertama dalam memutuskan sebuah keputusan investasi apapun adalah “JANGAN PAKAI EMOSI”. Dari pengalaman dan pengamatan saya, ketika kita memutuskan hal apapun berdasarkan emosi sesaat atau impulsif (dalam teori marketing ada yang namanya “Impulsive buyer”), maka biasanya terjadi penyesalan diakhir. Nah tapi ironisnya, disisi penjual, teorinya adalah harus pancing atau timbulkan emosi si calon pembeli, apabila ingin mendapatkan closing sales. Oleh karena itu, kembali lagi, saya selalu mengingatkan sahabat sahabat saya, terutama pembaca buku dan alumni “PropertyCashMachine”, sebagai seorang educated investor (investor yang teredukasi) dalam memutuskan sebuah keputusan investasi yang melibatkan uang puluhan, ratusan bahkan milyaran rupiah, aturan pertama adalah “JANGAN PAKAI EMOSI”
Terutama dalam situasi pasar dan ekonomi yang sedang uptrend (cenderung naik) seperti saat ini, mudah sekali seseorang terbawa emosi dalam mengambil keputusan investasi. Nah salah satu cara, agar Anda tidak terbawa emosi, adalah lakukan analisa harga, situasi pasar, penghasilan, imbal hasil atau ROI dari suatu produk tersebut, integritas si penjual, dan berbagai indikator lainnya…. Dan tentunya, yang paling penting adalah, selalu lengkapi diri Anda dengan ilmu dan pengetahuan berinvestasi, cari dan tanya pada ahlinya, sebelum Anda memutuskan untuk melakukan investasi apapun. Jangan sampai Anda hanya mengambil suatu kesimpulan atau asumsi dari sebuah informasi awal atau tulisan “Awas ada anjing” saja….hehehe….
Salam Sukses Berkelimpahan,
Joe Hartanto
Join our new PCM E-Learning
@ http://propertycashmachine.com/elearning
And
Join our training & coaching session
“Tempatnya belajar cara cerdas membangun kekayaan melalui properti TANPA MODAL”












makasih pak Joe, semoga makin sukses
Benar sekali apa yg bapak katakan sebelum mengambisp suatu kesimpulan jgn dgn emosi dan harus dipikirkan dgn matang2.krn jika salah dlm mengambil keputusan maka kerugian akan menimpa kita..ok terima kasih atas ilmu2 yang bpk krim kan kpd sya smga berguna.suatu saat nanti sya akan lebih arif dlm mengambil suatu kesimpulan.krnpernh kecolongan dgn suatu investasi dng rayuan2 mulut manis, bukan keuntungan yang saya dpt kn malah kerugian.ibarat sudah jatuh tertimpa tangga lagi..thank you pak joe…
inspirativ banget…memang segala sesuatu itu harus berdasarkan analisa, survey, dan kenyataan. gak bisa yg namanya bisnis tu asal action saja untuk mengambil keputusan & kesimpulan…harus ada analisa & perencanaan yang matang(bisnis plan)
mokasi…
setiap orgh dlm melakukan suatu keputusan hrs memang bth ketelitian dan kejelian…banyak hambatan2 yg ada di depan dlm kita mau memutuskan sesuatu hal yg berhubungan dg Rupiah, apalagi dlm jmlh nominal yg besar. bgm melihat kejelian2 dlm mndptkan KPR dr Bank dg tanpa DP atau Modal awal??? juga analisis lokasi yg black area / area tata kota yg tdk boleh ada bangunan…dan dapat analisa harga rumah/bangunan di lokasi ts….apakah bisa tanpa ikut Workshop…tp bisa dg biaya brp spy saya bisa dpt info akurat2 yg saya sebutkan diatas? thx.
betul pak, saia sangat setuju dengan njenengan
top markotop ilmunya, tp pak Joe klo mau mulai action pa bener2 ga bth emosi?
thanks ats share ilmunya pak joe..
bagaimana supaya tidak pakai emosi, menjaga emosi tetap tenang…apakah kita selalu berpikir sebaliknya? kalo ada yang nawar bisnis sangat menggiurkan, apakah kita berpikir…jangan-jangan manis dimulut? gimana menjelaskannya pak spy emosi tetap tenang dalam mengambil keputusan?
Sangat setuju…hehehe, awas anjing galak suatu analogi yg sangat cocok untuk suatu wacana yg seringkali kita alami..tetap semangat dan sukses..trims pak joe
Sangat setuju dengan wejangan ini pak joe…
Mengambil keputusan yang terlalu cepat tanpa memikirkan untung ruginya terlebih dahulu akan mengakibatkan kerugian atau kesalahan yang fatal.
Dua tahun lalu saya mengambil keptusan mengambil bidang bisnis franchice yang di iming iming setahun bisa break even point…akibat tidak menganalisa pasar dan indikator lain terpaksa saya harus merugi dan masih menanggung beban hingga 3 tahun kedepan.
Pada waktu itu saya hanya pakai emosi saja, langsung terpikir hasil akhir saja seperti yang di tawarkan oleh sipenjual..
luar biasa pak joe, banyak hal yang membuat mayoritas orang salah dalam mengambil keputusan karena buru2, kurang pengalaman, tidak memiliki data yang valid. semua itu tidak jauh dari kata ‘emosi’. semoga dengan masukan dan advise yang diberikan pak joe hari ini bisa membawa saya untuk lebih sukses aamiin..
Saya setuju dengan cerita di atas, dan terima kasih atas warningnya pak Joe.
asumsi, bisa membantu dalam prakiraan. bisa mengganggu dalam kemajuan berfikir…ciri orang yang ingin cerdas bisa mengontrolnya…mohon selalu dibimbing pak JOE
Terima kasih utk ilmu nya
smoga selalu dan selalu berhati hati dalam bersikap sebelum memutuskan utk bertindak lebih lanjut.jgn sampai kejeblok terima kasih p joe
Betul sekali pak Joe ureaianya saya hampir pernah terjebak dengan rayuan penjual karena membeli properti dengan menggunakan emosi,untungnya masih bisa di batalin tapi jadinya nggak enak sama penjualnya? sesuai ajaran pak Joe bahwa kita memang nggak boleh menawar dulu pada pertemuan pertama, kita minta waktu 3 hari untuk menganalisa dan berhitung setelah dihitung baru kita bisa mengambil sikap, terima kasih tambahan ilmu dan pengalamannya sukses slalu buat pak Joe jangan sampai pernah bosan pak membagi ilmunya sekali lagi terima kasih
Benar pak Joe, seringkali kita terkecoh oleh hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan, terutama ketika kita kurang mendapatkan informasi tentang hal terkait. Disinilah perlunya kita banyak belajar, untuk mendapatkan informasi yang cukup tentang hal-hal yang kita perlukan sebagai bahan untuk dapat mengambil keputusan dengan benar, termasuk dalam berinvestasi.
Thanks, dan salam sukses.
Sepakat Pak Joe.
Sering kali orang terpukau dengan kata kata yang menarik di awal, sehingga sering banyak orang merasa tertipu. sayangnya kebanyakan sudah terlambat, karena kerugian sudah didapat
Berpikir emosional tentu menghasilkan tindakan yang emosional, berpikir realistis disertai analisis dan bukti-bukti yang nyata tentu menghasilkan tindakan yang realistis. Saya setuju dengan Pa Joe. Kita ditantang agar tidak gampang terpengaruh dengan hal-hal yang bersifat intimidasi atau bentuk rayuan apapun.
yang dibilang pak joe…”tolong beri komentar di bagian bawah artikel, saya membaca setiap komentar yang masuk”…INI CUKUP BERNUANSA “EMOSI”….memang ada cukup waktu pak joe ngebaca setiap komentar yg masuk??? kecuali pak joe ada asisten…
ok pak joe…siapapun yg negabca komentar saya, yg jelas it`s inspiratif banget, dan baca komentarku untuk ditindak lanjuti….kapan pak joe ada kesempatan ke kota kecil kami di probolinggo jawatimur…aku punya temen yg usaha propertinya lg lesu, dari 36 unit type 36 selama 2 thun terahir baru laku 6. tak tawari ilmunya pak joe, balik tanya, memang bener, memang bisa, memang…memang…memang…dst…
saya juga punya mimpi besar nih pak joe…jika aku bisa ngejalanin bisnis property temenku itu….wah, mantab banget pak joe….betul pak joe ya….kasih solusinya…tak tunggu
Pak Joe sy tersenyum lucu tapi cukup mengena tentang true story petugas sensus tadi tentang tulisan BEWARE OF DOG. peringatan tersebut terlihat sangar dan kenyataanya hanya sebuah anjing cihuahua kecil yang imut, pemilik rumah tidak bohong tapi pembaca dibuat keder… artinya si pemilik rmh ingin aman terhadap investasinya begitu juga si pembaca akan ketakutan sendiri akan bayang2nya.
just info saja pak joe, belakangan saya diminta oleh teman untuk “membantu” memasarkan cluster2 nya di daerah bogor.bagaimana langkah awal sampai dengan clossing dg calon buyer serta trik untuk “bermain” emotional si buyer, bisa sy diberikan pencerahannya? mohon advice nya. sebelumnya saya ucapkan terimakasih. Salam succes. Thanks. Ferry (085878155190)
Buang rasa takut, ayo melangkah menuju rencana, smoga impian kita akan terwujud, Aamiin…mksh pak Joe, sangat memotivasi !
inspirtif betul, bagus utk anak muda atau bagi orang yang ragu2
Luar biasa, hal yang biasa ternyata bisa juga jadi motivasi. Thank’s Pak Joe.
wah bener sekai pak joe dg saran bapak saat ini saya lg transaksi properti walaupun kita ngebet banget sama ni barang tapi dihadapan penjual harus tetep tenang dan santai
Untuk semua teman2 , terima kasih untuk koment2 positif nya yg membangun.Semoga ini menjadi pembelajaran dan bukannya sbg mental blok terutama utk berkembang.
@pak Habib , sy sering baca email anda , agar dirubah kalimat2 yg terlalu berputus harapan.Kalau memang pak Habib ingin menjalankan bisnis property temannya yah sdh jelas solusinya adlh pak Habib hrs melengkapi diri dgn pengetahuan , baik itu menjual , negosiasi dll.Bisa dipelajari dgn baca buku yg berkaitan , dgr audiobook atau ikut kelas workshop yg berkaitan.Silahkan dipilih dan diputuskan
@pak Ferry , baca buku atau audio ttg negosiasi.Sbg info dikls PCM jg diajarkan teknik selling tp teknik selling sbg investor bukan sbg broker
Salam sukses berkelimpahan semuanya
Ternyata saya juga pernah mengalami seperti ini. Thanks pak Joe, untuk diingatkan hal ini. Sukses selalu
Terima kasih pak Joe, tulisan anda sangat bermanfaat, merefresh kembali & mengingatkan kembali bahwa sering kali kita terbawa oleh pikiran bawah sadar kita / asumsi pribadi yg belum tentu benar, thanks & salam sukses buat pak Joe.
Mantap & Keren..Luar biasa…
Leave your response!
Video Testimonial Robert G. Allen
Video Testimonial Adi W. Gunawan
Follow Us on Twitter
Download Free Tips
Artikel Terbaru