INVESTASI TERBAIK DI DUNIA
Enam tahun yang lalu, saat itu saya baru saja beberapa bulan kembali dari Amerika, sebuah negeri dimana banyak para pengusaha besar menyekolahkan anak anak mereka di sana, dimana banyak para pejabat negeri kita sekarang yang dulunya bersekolah di sana, sebuah negeri yang sebagian besar masyarakat Indonesia sepanjang hidupnya hanya bisa menyaksikannya dari layar bioskop, televisi atau berita berita di mass media. Sebuah negeri impian bagi para orangtua untuk menyekolahkan anak anaknya.
Tetapi saya menjalani hidup saya selama 2 tahun di Amerika, bukan karena orangtua saya kaya dan menyekolahkan saya ke sana, bukan pula karena prestasi akademik saya cemerlang sehingga mendapat beasiswa untuk belajar ke sana, bukan pula karena saya seorang yang sukses secara materi sehingga saya bisa memiliki tabungan untuk saya habiskan jalan jalan ke tempat tempat wisata di Amerika. Bukan, bukan itu semua.
Tetapi saya ke sana, karena keadaan yang memaksa, di mana saat itu saya baru saja bangkrut habis habisan yang ke 2 kalinya dalam waktu tidak sampai 2 tahun dan saya tidak mempunyai penghasilan sepeserpun. Saya berangkat ke Amerika benar benar “modal nekat” hanya bermodalkan tiket pp, $1000 (hasil pinjaman ke mertua saya), visa turis, tanpa kemampuan berbahasa Inggris fasih, tanpa pengalaman kerja di luar Indonesia, tanpa tahu apa yang akan saya hadapi di sana dan tanpa ijin kerja pula. Pokoknya yang penting berangkat dulu, sampai Amerika dulu, what will be, will be lah
Dan seperti sebagian besar anda yang sudah membaca dalam buku saya “Property Cash Machine – langkah Cerdas Membangun Kekayaan Tanpa Modal”, di bagian awal saya sudah menceritakan tentang kisah kerja keras dan perjuangan selama kerja 730 hari dengan 3 pekerjaan sekaligus (sebagai pelayan toko, sebagai kurir antar makanan dan sebagai petugas cleaning service) dan harus terpisah jauh dari keluarga di Indonesia. Dan setelah 730 hari akhirnya saya memutuskan kembali ke negeri tercinta Indonesia ini.
Kembali ke awal tulisan diatas, 6 tahun yang lalu adalah waktu dimana saya baru saja beberapa bulan kembali dari Amerika. Saya kembali tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Pekerjaan saya waktu itu hanyalah antar jemput anak sekolah dan menjadi sopir sekaligus pengawal pribadi istri saya. Bagi anda yang pernah mengalami situasi ini, kita sebagai pria, kepala rumah tangga , sangatlah tertekan secara psikologis. Masa itu adalah masa-masa yang menantang bagi saya.
Belum lagi menghadapi keluarga yang setiap kali bertemu, menanyakan “Sudah punya rencana kerja atau usaha apa???” Boro boro…… Jangankan untuk mikir kerjaan, menyesuaikan dengan situasi Jakarta yang serba jauh dan macet kemana-mana saja suatu tantangan berat bagi saya waktu itu, belum lagi proses penyesuaian dengan istri yang sudah berpisah selama 2 tahun. Wow tidak mudah sama sekali.
Untunglah walau tanpa penghasilan dan tanpa tahu kapan akan kembali mulai berpenghasilan, saya mempunyai kesadaran akan pentingnya mengembangkan diri, pentingnya menambah ilmu dan menambah lingkungan baru yang positif, akhirnya saya memutuskan untuk meng”investasi”kan tabungan hasil kerja keras saya selama 2 tahun di Amerika dalam bentuk seminar-seminar pengembangan dan motivasi diri yang harganya tidaklah murah (jutaan rupiah) dan dalam buku-buku motivasi dan pengembangan diri yang nilainya juga besar sekali untuk ukuran saya pada waktu itu. Tanpa saya sadari, saya sudah menghabiskan puluhan juta rupiah untuk “investasi” dalam kepala saya atau leher keatas ini.
Waktu itu, walau saya ‘pengangguran’ tapi saya tidak mau melewatkan waktu dengan hanya merenung di rumah dan menyesali nasib, saya ikuti semua seminar yang ada waktu itu, baik pembicaranya yang namanya berawalan huruf depan ‘A’ sampai yang berawalan huruf ‘Z’ saya sudah ikuti semua waktu itu.
Saya ikut seminar-seminar dari berbagai model. Ada seminar motivasi di hotel berbintang yang pesertanya diminta untuk teriak teriak sampai suara habis setelah selesai seminar. Ada seminar yang pesertanya dibuat bercucuran airmata. Ikut juga workshop pertanian yang diadakannya dipelosok desa dimana harus tidur di losmen murah dan makan seadanya. Pokoknya ada seminar atau workshop dimanapun yang menarik hati saya waktu itu saya kejar, walau harus keluar biaya hotel dan transportasi diluar kota sekalipun.
Waktu itu sekalipun kegiatan saya ini terbilang positif, tetap saja mendapat tantangan dari pihak keluarga. Bahkan setiap kali pulang ke rumah orang tua, ada sedikit perasaan tidak enak, karena pasti ayah saya selalu berkata, “Sudah sekarang tidak usah kebanyakan baca buku dan buang buang uang ikut seminar sana sini, kamu malah habiskan uang untuk bikin kaya penulis buku dan pembicara seminarnya saja. Yang penting sekarang cari kerja atau usaha gitu lho…”
Walau mendapat tantangan seperti itu, untunglah saya mengambil keputusan untuk tetap meng’investasi’kan uang tabungan saya untuk beli buku dan ikut seminar dan workshop2 tersebut. Dan ternyata keputusan saya untuk meng’investasi’kan pada kegiatan belajar itu sangat tepat sekali. Karena ternyata setelah saya renungkan perjalanan hidup saya sampai saat ini, justru buku, seminar dan workshop-workshop tersebutlah yang membuat kehidupan saya berubah bagai bumi dan langit dengan kehidupan saya 6 tahun yang lalu. Bahkan pada titik tertentu boleh dibilang telah menyelamatkan hidup saya.
Buku, seminar dan workshop-workshop tersebutlah yang menyelamatkan kehidupan rumah tangga saya. Saya sangat berterima kasih sekali dengan para penulis buku dan pembicara seminar yang sudah mau meluangkan waktu mereka untuk membagikan ilmunya, karena melalui merekalah, hidup saya bisa berubah. Bahkan beberapa diantara mereka sekarang menjadi teman-teman baik kami saat ini.
Dan karena alasan itulah pula sekarang saya membayar balik pada masyarakat luas atau istilahnya “pay it forward” dengan menuliskan “Rahasia sukses saya” dalam buku Property Cash Machine dan mengajarkannya pada orang banyak dalam bentuk workshop properti dan seminar-seminar entrepreneurship.
Untuk itu pulalah saya rela meluangkan waktu Sabtu dan Minggu, yang seharusnya saya pakai istirahat dan menikmati kebersamaan bersama keluarga setelah sibuk mengurusi bisnis di hari biasa, tapi saya memilih untuk ada di pelosok negeri ini mulai dari Aceh sampai Bali, dari Pontianak sampai Purwokerto, untuk membangkitkan semangat dan motivasi teman-teman di sana.
Dan ternyata setelah saya membaca kisah para orang sukses di dunia dan pembicara-pembicara Top dunia seperti Anthony Robbins (yang baru saja selenggarakan seminar dengan harga lebih dari Rp. 40 juta per orangnya di Bali), mereka juga berani membayar harga di awal, berani meng”investasi”kan uang tabungan mereka untuk meningkatkan diri mereka, untuk mengembangkan diri mereka, hingga bisa seperti saat ini.
Sampai disini mungkin sebagian kecil dari anda mempunyai pemikiran seperti ini “ah..pak Joe bisa begitu kan, walau tidak punya penghasilan, tapi kan… punya tabungan hasil kerja di Amerika…”
Hayo siapa yang punya pikiran seperti itu? Saya jawabnya mudah saja, silahkan anda baca kisah Agus Handayanto (dalam buku Property Cash Machine) salah satu alumni workshop properti yang saya selenggarakan. Pak Agus gabung workshop saya dalam kondisi tidak punya uang sama sekali, dan akhirnya berhasil bergabung dengan cara menggadaikan handphone kesayangan istrinya.
Tapi apa yang terjadi 2 bulan kemudian setelah dia mempraktekkan satu strategi, ya betul hanya satu strategi saja yang diajarkan dalam workshop, Pak Agus berhasil membeli sebuah toko handphone tanpa keluar uang dari kantongnya sendiri dan setiap bulan mendapatkan penghasilan pasif sebesar Rp 5 juta/bulan. Wow! Pasif lho ya, luarbiasa bukan?
Saya sendiri, investasi yang saya investasikan dalam buku-buku atau seminar-seminar telah kembali beribu-ribu kali lipat, beribu-ribu persen walau sebenarnya hasilnya sangatlah tidak bisa hanya diukur secara materi saja.
Jadi terus terang saja sampai saat ini saya masih heran buangeeeett, kalau ketemu teman lama atau baru yang begitu tahu, saya adalah seorang penulis buku best seller dan pembicara, bukannya segera membeli buku saya, tapi minta diberi gratis
Mereka terkadang bilang begini “Kasih dulu bukunya ke saya gratis, nanti setelah saya berhasil praktekkan saya bayar 10 kali lipat …….. he3x” atau ada yang bilang begini, “Kapan kamu mau undang saya ke workshopmu yang harganya jutaan itu? Gratis dong, nanti kalau sudah berhasil dipraktekkan dan ada hasilnya baru bayar……he3x”
Dalam hati kecil saya hanya berkata begini, kalau untuk investasi ilmu di pikiran mereka saja, mereka tidak mau berkorban, bagaimana mereka bisa merubah hidup mereka? Sementara itu untuk beli ‘gadget’ keluaran terbaru yang harganya jutaan, mereka berani menggesek kartu kredit untuk menjaga gengsinya, tidak heran kehidupan mereka tidak berubah lebih baik sejak saat terakhir bertemu dengan saya, dan saya tidak heran pula, jika bertemu dengan mereka beberapa tahun ke depan kehidupan mereka akan tetap sama, bahkan mungkin lebih buruk.
It’s about the life principle, Apa yang anda tabur itulah yang anda tuai.
Dengan ber”investasi” di diri anda, Anda sedang menabur ilmu di pikiran anda dan belajar banyak hal. Dengan belajar banyak hal, akan terjadi perubahan yaitu berubahnya pola pikir anda, berubahnya cara anda memandang sesuatu, berubahnya cara anda bicara, berubahnya cara anda bertindak maka berubah pulalah nasib dan hidup anda.
Atau kalau menurut boso jowone “You have to be the change! Change the way you think, change the way you do things and then you will enjoy your fruits of success”.
So marilah mulai saat ini membangun kebiasaan ber’investasi’ di pikiran anda, di kepala anda, di leher keatas anda. Investasi di diri anda adalah investasi yang terbaik di dunia!!!










dear joe…
saya sangat setuju dgn artikel ini…sudah brp banyak buku di rak yg saya investasikan untuk pengembangan diri…tmsk buku anda property cashmachine…
cuma saya blm bisa mengatur waktu untuk ikut seminar anda…lagi sibuk ngurusin kerjaan….tks atas artikel2nya
regards
edi
Very inspiring,semoga bisa ikutan workshop nya yan di bandung.
Terima kasih pak Joe, ternyata investasi terbaik di dunia itu adalah investasi ilmu dan bermanfaat untuk orang lain. Betapa bahagianya kita ilmu itu terus menerus digunakan. Tapi, jika ilmu untuk diri sendiri betapa tidak bahagianya kita. Semoaga ini pembelajaran bagi saya pribadi. Mulai saat ini belajar…belajar..belajar.. amalkan..amalkan…amalkan…
Salam,
Rahmat
Dengan mempraktekkan apa yg saya baca di buku mas Joe aja,sy udah berhasil membeli property senilai 1,3 M.udah kebayang tuh klo ikut workshopnya pasti hasilnya lebih luar biasa.Doa kan ya mas sy di izinkan Nya untuk bisa hadir.
Mustari - Bukittinggi
Sangat Inspiratif….Luar Biasa!!
Saya sudah beli buku Property Cash Machine…tingal praktek…masih cari properti yang bagus, cuma sayang belum ada waktu untuk ikut seminar.
Salam,
Doni Koswara
Pengalaman adalah guru yang paling baik, katanya. Saya tahu kita dapat belajar dari pengalaman. Belajar berarti tidak harus mengalami seperti apa yang sudah dialami Pak Joe. Justru kita dapat belajar dari pengalaman Pak Joe. Saya percaya Pak Joe pasti akan membantu kita untuk mencapai “impian” kita masing-masing melalui workshop “Property Cash Machine’-nya selama 2 hari nanti, 8-9 Mei 2010.
Kalau masalah finansial, saya juga punya masalah untuk ikut workshopnya Pak Joe. Tapi demi mencapai impian saya, saya berusaha mencari dan mendapatkan uangnya.
Jujur saja, saya terbantu dengan diskon voucher di buku “Property Cash Machine” sebesar Rp. 1 juta dan saya membayar sebagai “early bird” sebelum tanggal 28 April dan mendapatkan lagi diskon Rp. 1 juta.
Memang benar, untuk masalah “leher ke bawah”, saya bisa usahakan. Kenapa untuk “leher ke atas” koq susah? Saatnya untuk “berubah” belajar merubah “mindset” agar cara saya berpikir juga berubah yang pada akhirnya akan saya nikmati buah kesuksesannya.
Saya yakin akan hukum “tabur tuai”. Pak Joe sedang dan sudah menuai apa yang beliau telah tabur selama ini. Dan sekarang saatnya bagi saya untuk menabur agar saya pun dapat menuai nanti … seperti Pak Joe.
To Your Success Pak Joe with Your Property Cash Machine System
Subhanallah luar biasa ilmu yang pak joe bagikan kepada kami,….
secepatnya pasti saya ikut workshop ini !!!!!!!
investasi leher ke atas = investasi seumur hidup
Mungkin tanpa saya ikut seminar pa joe, saya sekarang belum bisa beli tanah, rumah.
Tetapi alhamdulilah, setelah saya ikut seminar, sudah punya beberapa. Memang betul kita harus berani mengeluarkan modal agar berhasil. Dan saya rasa harga 4jt tidak seberapa dengan manfaat yg diperoleh…salam sukses semuanya
Pak Joe,
Terima kasih atas informasi Anda,
Sungguh Anda memberikan motivasi yang besar kepada saya untuk maju.
Usia saya saat sudah 66 tahun,dan tidak bekerja sama sekali.
Saya memang berkeinginan mengikuti seminar Anda,dan
tidak sepakat dengan cara kenalan Anda,yang menginginkan
ikut seminar dengan cara gratisan.Maaf atas ucapan saya ini.
Masih ingatkah Anda atas penawaran saya beberapa bulan yang lalu
mengenai “Wisma Guci Kencana”yang berada di Slawi/Tegal?
Justru saya akan menggunakan hasil “komisi” untuk membiayai seminar tersebut.Maaf pak Joe akan kepolosan saya ini.
Apakah saya masih bisa membeli property yang seperti Anda lakukan,dengan menggunakan uang Bank,dalam usia saya ini?
Sekian dan salam sukses.
Bhismo Sampoerno
setuju… pak. saat ini saya berada dalam posisi bapak 6 tahun yang lalu. belajar dari buku-buku (termasuk buku anda) serta hadir di berbagai seminar. saya yakin saya bisa mengikuti jejak anda. meskikpun dengan garis jejak yang mungkin lebih tipis. terimakasih pak.
Very powerfull Pak Joe… Sangat menginpirasi kita ceritanya Pak, kapan workshop nya di Surabaya? Saya tunggu Pak. Thx
good. good. aku mau beli pcm nya. kalo workshopnya belum. jauh. nanti kalo d semarang atau kudus mau ikut aku. kelebihannya ada coachingnya. kalo yang lain belum
Saya setuju banget, investasi terbaik di dunia ini adalah investasi yg kita tanamkan di otak kita…… sy jadi inget kata-kata orang tua jaman dulu … “Kami orang tua tidak mampu memberikan kalian tabungan / modal kerja, tetapi kami akan berusaha membanting tulang atau bila perlu berhutang demi membiayai kalian bersekolah …… sampai jenjang yang paling tinggi” Sungguh mulia dan berjasa para orang tua kita bukan ….. ^_^
Salam sukses Bung Joe
Terima kasih Pak Joe.
Sebelumnya saya juga sudah ikut seminar yang bayarannya ratusan ribu dan jutaan. (termasuk seminar properti)
Namun setelah membaca buku Pak Joe, ternyata isinya lebih mudah untuk dipahami oleh orang awam seperti saya. Penyampaian materi2 Pak Joe diseminar (saya lihat lewat Video yang telah saya download secara gratis) sepertinya juga lebih mudah untuk dipahami.
Meskipun bayarannya relatif mahal menurut ukuran saya, dan saya sebelumnya saya sudah pernah ikut seminar properti dari pembicara yang lain, Namun Saya telah memutuskan untuk ikut seminar properti sekali
trimakasih pak joe
Saya sudah punya buku Anda, Joe.
Buku yang bagus. hanya sedang mencari waktu agar bisa ikut workshop Anda.
Salam
Tantn
pak Joe. Kalau sdh ada jadwal seminar di Surabaya, saya mau daftar sekarang. Untuk ke Jakarta saat ini sulit sekali bagi saya. saya tunggu infonya. terimakasih.
terima kasih pak Joe,yg tak hentinya membagi semangat dan berbagi mindset baru dan tujuan untuk menggerakan orang lain utk meraih sukses.smp sekarang puluhan buku self help n bbrapa seminar,namun buku pak joe telah menggetarkan saya.sekarang sy mungkin gak bisa namun punya keyakinan satu waktu saya masuk n meresap ilmu yg bapak ajarkan.tahks
setuju…investasi ke diri kita dalam bentuk pengembangan diri baik berupa workshop, seminar, training, dll adalah investasi yang terbaik. bukan saja kita akan bertambah ilmu dan wawasan tapi juga bertambah pergaulan/network. mungkin ilmu yang kita dapat hanya sedikit mempengaruhi kita, tapi pertemanan yang kita peroleh bisa sangat berpengaruh besar. terima kasih.
HEBAT PAK JOE,. POKOKNYA SAYA SALUT.. NANTI TANGGAL 8-9 SEMUA ILMUNYA DI AJARIN KE SAYA YA PAK..
SALAM SUSES
DAVID RORING
Helo Pak Joe
buku anda Propertycashmachine sangat menginspirasi saya dan saya akan segera mengikuti workshop anda yg berikutnya…(tidak ada keraguan)
10% orang orang terkaya didunia ini adalah mempunyai kekayaan melalui propety dan 90% orang2 lainnya hanya menonton mereka dari jauh krn mereka masih berharap bisa kaya melalui undian( walaupun kemungkinannya kecil sekali),selalu menunggu waktu yg tepat(dg beribu alasan utk tidak bisa hadir),menunggu datangnya uang dan peluang yg tepat(yg tidak pernah datang krn mereka tidak segera ambil action/tindakan)dan berusaha menunggu dpt gratisan(entah sampai kapan mereka mau menunggu)
Sayangnya mereka lupa akan waktu itulah asset yg paling berharga dlm hidup ini…krn waktu itu sekali hilang tidak pernah akan kembali lagi
Saya akan bergabung dg workshop anda segera!!!! Sukses selalu Pak Joe
wah ilmunya pak joe luar biasa..saya lagi ngumpulin modal u/ikut workshopnya..semoga segera terkumpul biar segera ACTION..amin
Pak Joe ! Tulisan Anda sangat menginspirasi.Saya sangat setuju, kalau investasi yang terbaik adalah “Mengasah otak dan menimba ilmu” sampai kapanpun.Dan kekayaan kita yang sebenarnya sangat berharga dan sudah dianugerahkan Allah sama dengan orang-orang sukses dan kaya adalah waktu kita = 24 jam sehari.Jadi yang sebenarnya membedakan antara orang sukses dan kaya dengan yang lain adalah bagaimana kita bisa membuat skala prioritas dan memanfaatkan waktu tersebut sebaik mungkin untuk hal-hal yang positif.
Nah ! ikut seminar Pak Joe barangkali harus masuk skala prioritas waktu kita ya dan yang lebih penting akhirnya “Take Action”.Bagaimana menurut Pak Joe ?
Yth Pak Joe….
Artikel anda sangat inspiratif,,,,sesibuk apapun kita, memang harus menyediakan waktu untuk mengembangkan diri…..memacu diri dan terus belajar….tidak ada yang tidak ada pengorbanan dalam memperjuangkan apa yang kita cita-citakan…..saya ikut workshop 8-9 mei 2010. Salam
artikel pak joe sangat inspiratif, saya juga sudah pernah mengikuti seminar-seminar enterpreunership. saya pun sdh baca buku pak joe, pak cipto pak mathias dan penulis lainnya, memang sangat menginspiratif bahkan saya juga pernah coba aplikasikan. hambatannya ialah saya coba sendiri tanpa coaching jadi masih kurang pd, mau ikut seminar ada waktunya tapi belum ada dananya buat invest ikut seminar.
mudah-mudahan di lain kesempatan saya bisa ikut seminar bapak yg sudah lama saya ingin ikuti.
Salut buat pak Joe.
Betul harus berani invest untuk leher keatas.
Skr saya berusaha untuk itu.
Mudah-mudahan bisa sukses sperti pak Joe
hehehe….gw salut euy…hebat… gw temen loe…tapi gw kaga minta kan? gw beli sendiri….krn gw tau n ngerti soal investasi leher ke atas, kita kudu mau bayar harga, ada yg dikorbanin, baru sungguh2 ngikutinnya. kalo gratisan, ikutnya jg pasti asal2an…. iya, gw emang kudu ikut workshop lu, cm emang susah kalo di luar bandung…n jujur dana emang belom ngumpul…hehehe… tapi kalo ntar ngadain di bandung, gw usahain ok….thank you banget yah… god bless you friend…
Salam..
Tak ada kalimat yg dapat mewakili rasa “bersyukur” saya pribadi atas apa yang telah Pak Joe lakukan dalam proses “pengabdian diri” Pak Joe ini.
Saya berdoa kepada Tuhan YME semoga Pak Joe dapat terus sehat dan punya waktu yang cukup (tepatnya = ‘waktu yang diberkahi’) agar dapat terus melakukan “pengabdian”nya.
Wassalam.
Artikel ini telah menyadarkan saya tentang investasi terbaik, terimakasih Pak Joe dan saya mohon dibimbing lebih jauh lagi.
Salam sukses
Selamat siang
Setelah baca arikel ini,saya sangay termotivasi sekali.Bahwa invastasi di dalam pikiran emang guru terbaik…….
Thanks Pak Joe, sejak pertama kalo ketemu pak Joe dalam kuliah EU di Samarinda. Banyak hal yang bisa saya dapat dari sosok seorang Joe Hartanto. Namum masih banyak yang perlu saya perlajari dan gali lebih dalam pikiran dan hati saya untuk berani memulai langkah awal saya.
Setuju pak…
Saya juga pernah ikut pengajian dan kata ustadnya kalau mau punya ilmu harus mau berkorban: mengeluarkan biaya. Jangan mau yg gratis2. Beliau jg mengkritisi program Sekolah Gratis hehe…
Terus berjuang!
Terima kasih banyak kepada Pak Joe yang tetap mau mengabari saya kabar tterbaru, saya benar benar tertarik dan ingin belajar untuk menjadi sukses seperti Bapak, saya menunggu kapan seminar Bapak diadakan di Bandung, karena untuk mengikuti seminar di jakarta tidak memungkinkan bagi saya yg masih punya anak balita. Tapi saya berharap banyak Bapak mau sekiranya mengadakan seminar di Bandung.I want to be success like you, Pak Joe!
wah wah… sangat inspiratif sekali pak joe….
luar biasa
Luar biasa dahsyat Pak Joe, memberikan semangat dan motivasi yang kuat agar tidak mudah menyerah dan tidak banyak alasan untuk menuju kesuksesan. Salam dahsyat dari Kami.
Saya telah membaca buku pak Joe ( Property Cash Machine)dan juga telah banyak mendapatkan email yang dikirimkan ke saya,untuk itu saya ucapkan terimakasih, sebelum saya Action banyak hal yang perlu saya tanyakan kepada pak joe semoga saya dapat mengikuti Workshop PCM dalam waktu dekat dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas motivasi anda kepada saya untuk berinvestasi di Property.
Salam Deny
Inspiratif…….
setiap manusia memiliki jalan hidup yang sangat unik dan menakjubkan, dan jalan itu selalu berliku dan berbeda tiap insan manusia. namun yang perlu kita sadari,bahwa hitup kita senantiasa di berikan pertolongan oleh Tuhan Yang Maha Esa, hata disadari atau tidak, hata langsung atau tidak langsung,dan hata cepat atau lambat. Dan manusia hanya diperintahkan untuk menjalani dengan kebaikan, kejujuran, saling membantu, dan selalu mempelajari setiap perjalanan hidupnya dengan hikmah.serta berusahan merubah dirinya dan perjalanan hidupnya dengan sebaik-baiknya…..
pak joe yang saya hormati…
kalo boleh saran alangkah baiknya berikan porsi/kuota bagi mereka yang benar2 tak mampu dan memiliki keinginan kuat untuk diberikan pencerahan baik seminar atau hal lainnya sehingga mempunyai kesempatan untuk mengapai sukseesss.
sehigga kebaikan-kebaikan selalu bertebar di muka bumi ini, Aammiiiin.
Salam Sukseessss
Cipto
motivasi yang bagus, saya tertarik untuk investasi properti pakai duit bank. entar aku beli bukunya, walau udah baca sedikit dari muridnya pak Joe yang nulis hal yang sama.
Salam Maha DAHYSAAAAAATTT Pak Joe….
Cerita yg luaaarr biasa. Saya sdh membeli buku Pak Joe. Kapan seminar Bapak di kota Palembang?
info yg luar biasa dahsyat…
mudah2an bisa bertemu di Bali..
Luar biasa sangat inspiratif.. bikin badan meriang untuk segera actian jadi orang super kayaraya dan kaya hati seperti pak Joe… terimakasih pak Joe.
mantab pak Joe…
saya sudah 2 tahun belajar dan investasi leher ke atas, meskipun leher ke bawah pada pontang - panting semua.. kececer ke mana-mana ndak keruan…
Tapi Alhamdulillah.. mesti leher kebawah ndak karuan… tapi Pikiran masih bisa tenang dan Sabar serta berusaha mewujudkan mimpi…
Investasi juga ndak boleh lama-lama… harus cepetan ACTION..
salam Dahsyat, Sukses dunia akherat dan POKSA (pokok’e di paksa)
TDW - EU’87 jkt - TDABekasi
Mas Joe tks telah memotivasi. Sy jg sdh beli buku mas joe 3 hari lalu jg buku sejenis karangan org lain terkait beli properti tanpa modal tanpa kpr. Jadi kpn seminar di smd? Sayang sekali sy terlambat mengetahui metode ini.
Dalam waktu dekat saya akan melaksanakan HOT DEAL, semoga terealisasi… target sy 3 bulan setelah mengikuti seminar eu yg pertama di angkatan 11 dan 1 bulan setelah membaca buku Anda, HOT DEAL terlaksana !! Terima kasih pak Joe.. Otak kanan dan otak kiri sy berputar kencang
Salam SUKSES Semua
Thanks Pak Joe. Untuk sementara saya baru punya bukunya. Rencananya akan mengikuti seminar Pak Joe di Solo atau jogja saja yang tidak terlalu jauh dari rumah. lagipula saya harus mengumpulkan uang dulu untuk mengikuti seminar bapak. semoga tepat kerika seminar diadakan di dua kota tersebut uang sudah terkumpul.
Kapan Ya Seminar di Surabaya ???
Serius Nich…lagi nyari yang bermanfaat u/ masa depan.
Thanks
Yahya
Oke Mr. Joe,
Kalau Indonesia 100 Joy Hartono, ndak usah 1000 pasti Indonesia akan lebih cepat maju.
Tolong gimana saya dapat beli bukunya Mr Joy, berapa investasinya?
Saya juga agak binggung…… mau mengadaikan apa, mau pinjam kemana…. lha mau pinjam untuk modal usaha harus dgn jaminan…
Mau juga ikut seminarnya…. yah…. mungkin bisa nanti, positif thinking saja lah….
Saya manusia dengan pribadi yang masih labil, dengan usia yang sudah kepala 2 tapi belum pernah menerima pencerahan. Disini saya akan berusaha menemukan arah dan tujuan hidup saya.imakasih pak Joe
Ter
Tetap semangat
Maju terus pantang mundur.sikat habis jangan kendur.thanks bang joe atas motivasinya.saya akan menyusul anda.
Salam sukses
SugieEu22btm
Saya membaca bukunya Pak Joe, pikiran saya tercerahkan. Saya mencoba mempraktekkan….saya belum tau hasilnya nanti yang jelas saya berani mengambil rumah kedua yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh saya. Saya berharap suatu saat dapat mengikuti seminar PCM.
Terima Kasih utk Pak Joe
Thx Pak Joe…
Kalo ada seminar di Jakarta lagi info ya…ngak janji tapi saya akan usahakan menghadirinya…salam sukses…
Robert
lanjutkan pk joe
MERDEKA !
YTH.Pak Joe! Sa, anak muda Papua. Sy rindu jadi investor seperti Pa Joe. Tuk itu,sy mohn kesediaan pa Joe tuk mentoring sy dlm investasi di Property. Oh yaa…Mohn info jadwal workshopnya di Makasar,yaa..?. Thx, Sukses tuk pa Joe sekeluara
Motivasi yang sangat luar biasa. Saya sudah membeli dan membaca buku Proferty Cash Machine. Dan saya ingin sekali ikut seminarnya, tapi karena kondisi sekarang jadi saya belum bisa mengikutinya. Terima kasih motivasinya dan sukses Pak Joe.
saya setuju dengan pak joe, ilmu itu memang mahal………..
tapi walaupun mahal tak sepadan dengan apa yang kita dapatkan dengan ilmu itu..
buku pak joe luar biasa…benar-benar inspiratif.
salam sukses selalu……………………………(^_^)
Thanks pak Joe atas ilmunya yang sudah saya baca dari Property Cash Machine. Dimana saya dan istri sudah hunting beberapa property khususnya kos kosan yang Hot Deal di Denpasar, Yogyakarta dan Bandung dengan bantuan kawan saya di masing masing kota tsb. Kita juga approach beberapa bank maupun BPR utk pembiayaan property tsb dan sudah oke. Saya dan istri berencana ikut seminar Pak Joe di Denpasar
bila sudah dibuka kembali.
Sampai ketemu di seminar ya Pak Joe.
Salam
very2 good,,sebuah pengalaman pak joe yang di tulis di dalam sebuah artikel sangat memotivasi untuk melakukan investasi baik itu berupa seminar2 tentang entrepreneurship.mudah2an saya berharap mudah2an bisa mengikuti seminar pak joe sesegera mungkin dan mengikiuti jejak sukses pak joe.go to succes……..
Trimakasih pak Joe,
suatu pengalamanan yang menarik dan menjadi motivator buat saya lebih menimba ilmu lagi. Mudah mudahan suatu waktu saya bisa ikut seminar pak Joe dan belajar bisnis properti. Kesibukan menjadi kendala utama. Sukses buat semuanya GBU
Bagus Pak Joe,
Saya sudah investasi dari leher keatas, baik investasi buku-buku tentang property maupun tentang bisnis-bisnis yang lain, tapi belum semua sempat saya baca. Seminar-seminar, workshop dan pertemuan-pertemuan (gathering) juga sudah banyak yang saya ikuti. Semoga kelak saya bisa “ketularan” Pak Joe. Amin.
Dan semoga saya bisa ikut “workshop” nya Pak Joe di Yogyakarta, agar bisa naik kelas. Saat ini saya masih “Play Group”….??? Kelak bisa jadi Sarjana. Ok. Salam.
Mudah-Mudahan Pak Joe secepatnya bisa menyelenggarakan workshop di Banjarmasin, sehingga secepatnya saya bisa Ikut..!!
Thx
Artikel ang sangat menginspirasi dan embuat orang untuk tertarik mengikuti seminar ini, saya ingin bergabng untuk mengikuti seminar ini
Memang banyak yang tak mau berinvestasi “leher ke atas”
semacam buku atau seminar karena mereka ingin jaminan.
Mereka mau diberi gratis dahulu, baru setelah ada hasilnya
mau mereka bayar, kalau perlu berkali-kali lipat.
Bukankah saat mereka sekolah/kuliah mereka bayar duluan,
bukannya bayar belakangan saat sudah mendapat kerja?
sy senang belajar & terus belajar ,tapi rasa malas utk ection sering datang.mdh2 sy bs ikut seminar kali ini & action.
Leave your response!
Download Free Tips
Video Testimonial Robert G Allen
Recent Posts
Most Commented
Most Viewed