Home » Motivasi & Inspirasi

Jangan Pernah BerHUTANG!!!

26 April 2011 9,865 views 29 Comments

Jangan pernah berHUTANG!!! Semakin banyak hutang ……semakin susah-lah, ….. semakin terjerat rentenir-lah, …… semakin tidak berwibawa-lah, ….. bikin hidup susah-lah…dll.  Itulah “nasehat-nasehat ” yang sering kita dengar sejak kecil sampai sekarang, dari orang tua kita, paman kita, saudara kita, tetangga kita,…. dari teman kita, bahkan kucing kita juga kalo bisa berbicara, pastilah “nasehat”nya juga seperti itu….ha3x.

Sementara di dunia nyata….kita juga melihat kenyataan yang seperti itu, ada teman teman dilingkungan kita yang hidupnya jadi sulit, karena mempunyai hutang. Dan pikiran kita langsung berkata….tuh kan bener kata si A, kata si B, kata si C….. kalau berhutang bisa membuat hidup kita semakin susah…, semakin terjerat……,  semakin tidak berwibawa…. dan semakin semakin lainnya yang intinya membuat hidup kita makin susah saja.

Tapi, sementara itu pikiran anda yang lain juga mengatakan, tapi kan….kata buku A, B, C , dst…dan kata si A, B, C  dst…. Kita harus berani berhutang….mana yang benar ya???

Semakin bingunglah Anda, dan semakin Anda bingung, semakin Anda tidak kemana mana, alias jalan di tempat. Semakin Anda ingin praktekkan ilmu yang anda pelajari dari A, B, C, dst, semakin kuat pula “nasehat nasehat” yang sudah tertanam di pikiran Anda sebelumnya “menahan dan menarik anda” untuk diam dan tidak praktek ilmu yang baru anda pelajari…..

Jika anda bertanya pada saya, yang benar yang mana pak Joe?, hutang itu baik atau jelek sih sebenarnya???

Saya akan jawab : Dua duanya benar, ……lho kok??  hutang itu baik…ya benar, hutang itu jelek…juga benar, nah…kan tambah bingung kan anda… dengan jawaban saya……ha3x….

Teman teman, yang benar adalah hutang itu tidak baik, juga tidak jelek,  hutang itu NETRAL. Seperti yang sering saya jelaskan pada teman teman para alumni workshop Property Cash Machine, hutang itu netral, jika saya ibaratkan hutang itu pisau didapur….. Apakah pisau itu bagus atau jelek? Jawabannya tergantung untuk apa pisau itu digunakan? Untuk memotong mangga, pisang, jambu….atau untuk nusuk tetangga atau teman kita dari belakang? Atau tergantung siapa yang pegang pisaunya? Seorang koki hotel bintang lima, atau seorang anak kecil yang masih berumur 3 tahun?

Demikian pula dengan hutang, tergantung untuk apa Anda berhutang? Berhutang untuk membuat anda tampil terlihat “seakan akan terlihat seperti orang yang sudah sukses”? supaya gengsi anda naik? supaya disayang mertua? Atau untuk berinvestasi? ….

Sebagian dari anda mungkin saat ini mengatakan dalam hati, saya kan berhutang untuk beli properti… berarti saya berhutang untuk berinvestasi….
artinya hutang saya, hutang baik dong ya….

Hmmm……. tunggu dulu? Seperti apa yang Anda maksud dengan berinvestasi properti itu? Apakah Anda sudah melakukan investasi properti dengan cara yang benar? (Silakan baca lagi artikel saya dengan judul “Kalah judi, malah dicerai istri”)

Kembali ke topik  tentang hutang. Hutang itu netral, seperti pisau, dia akan membantu dan memudahkan hidup kita, jika kita tahu bagaimana cara pergunakannya, kapan pergunakannya, dimana pergunakannya?

Jadi jangan pernah berhutang, jika hutang itu hanya untuk membuat anda “sekan akan terlihat lebih sukses” oleh orang orang disekeliling anda, inilah yang dimaksud dengan “hidup dalam ilusi”, hanya untuk beli gadget keluaran terbaru, hanya untuk beli mobil yang lebih keren, hanya untuk beli rumah yang lebih besar dan mewah untuk anda tinggali sendiri, hanya untuk liburan yang lebih jauh dari tetangga anda, atau hanya untuk membelikan mainan anak anda yang lebih bagus dari keponakan anda…….

Tapi berhutanglah sebanyak banyaknya jika anda sudah paham cara mengelola hutang, dan hutang itu anda pergunakan  untuk membeli aset yang nilainya selalu naik (tapi pastikan belinya aset lho ya…bukan keset…ha3x) dan pastikan anda dapat memanfaatkan hutang untuk kemakmuran serta kemajuan diri anda seperti yang saya ajarkan di Property Cash Machine workshop.

Jika Anda berkesempatan  hadir di workshop PCM, Anda akan tahu bagaimana cara dan besarnya upaya yang saya lakukan untuk menghilangkan mental blok atau program masa lalu di para peserta yang memiliki persepsi hutang itu jelek, punya hutang itu memalukan, punya hutang bikin sengsara dan lain-lain.

Karena jika mental blok atau persepsi seperti itu masih ada, akan sulit untuk menanamkan persepsi bahwa hutang itu netral, hutang itu bisa membawa ke kemakmuran jika dikelola dengan bijaksana dan lain-lain.

Semoga saya bisa segera berjumpa Anda di workshop Property Cash Machine berikutnya. Sukses selalu buat Anda!

Share your comments on Facebook:

29 Comments »

  • Dwi said:

    Apakah pak Joe punya kisah bagaimana mengubah hutang jelek yang sudah sebesar “bukit” menjadi hutang baik sebesar “gunung”? perlu pencerahan, terima kasih

  • samsulhadi said:

    inilah…kalau pak joe bisa berkata seperti itu, pasti punya masa lalu tentang hutang,,,,dan berhasil mengelolanya…hingga jadi investor,,,wah ilmunya pasti dahsyat,,dan kayaknya pak joe memang tulus tuk membagikan ilmunya untuk mencapai kebebasan financial secara nyata bukan teori doang…salut dan sukses pak joe

  • obat kulit said:

    pengen sih berhutang juga buat usaha pak, tapi gimana caranya agar pihak bank percaya untuk memberikan kita hutang pak kalau jaminan harta tidak ada.. mohon pencerahannya pak joe.. thanks sebelumnya

  • Mbah Kuncen said:

    Seperti biasa, Mbah Kuncen menyempatkn diri membaca artikel Sang suhu…

    Sy sdh banyak terlilit utang jelek, bkn krn gengsi, tp krn kebutuhan.

    Tp benar kata P Joe, klo bs kelola, kita bisa menjadi kaya raya diawali dg hutang.

    Untuk mengawalinya, sy masih join dulu dg teman, menggunakan istilah Bisnis BOTOL = Berani Optimis, gunakan Tenaga Orang Lain untuk Sukses, sy awali dg mejalankan bisnis http://www.MEGA-SUKSES.com

    Rencananya, stlh 3bulan mendapatkan income rata2 sesuai target ( 7juta/minggu), minimal 3,5juta per minggu, Bank pasti sdh percaya, dan dari sana, saatnya menerapkan Ilmu Pak Joe.

    Skrg rmh msh ngntrak, msh krj sbg krywn, dan segera GO FINANCIAL FREEDOM !!!

    Salam YAKIN SUKSES !!!

  • vira said:

    terimaksih pak joe atas infonya tentang berhutang.saat ini saya & suami sedang mengajukan KPR di salah satu bank untuk rumah yg akan kami tinggali.memang ukurannya kecil sesuai kemampuan financial kami.semoga segera di acc agar kami bs segera hidup mandiri & bs mengelola hutang KPR kami dengan baik sehingga tdk menimbulkan masalah di kemudian hari. jujur kami selama ini belum pernah mempunyai hutang di manapun.

  • Heri said:

    Pak Joe… motivasi” anda yang dikirimkan ke saya cukup baik…
    tapi komentar sy utk Jangan pernah Berhutang sebenernya agak miring sedikit ya pak.
    sy kurang setuju utk point ini.

    Menurut saya Hutang di bank saat ini adalah riba.
    jadi sebagai seorang muslim kita dilarang mengambil Riba.
    sedangkan bank syariah saat inipun sebagian ulama bilang sebagai “backdoor riba”
    apa itu riba??
    riba adalah memberikan kelebihan jasa/brg/dana dengan akad dimuka & mengambil yg bukan haknya.

    misal sy pinjam 100milyard kemudian 100 milyard yg saya pinjam tadi harus dibalikkan dalam 10 tahun menjadi 200 milyard… nah spt ini termasuk praktek riba.

    Saya Challenge anda, dengan judul “Bagaimana Menghasilkan usaha tanpa RIBA”.

    jika hal tsb ada dalam benak ataupun pemikiran bapak tolong sy dikabari…terima kasih terhadap motivasi” anda selama ini..
    salam Hebat..

  • Anggi Baginda said:

    Untuk anda yang mempunyai usaha sendiri dan sedang mengajukan pinjaman di bank,,, berikut adalah link informasi dari seorang bankir… smoga bermanfaat…

    http://anggoysiregar.blogspot.com/2011/04/tips-mengetahui-kebutuhan-modal-kerja.html

  • Joe Hartanto said:

    @All, Terima kasih untuk komentarnya teman teman untuk artikel ini, tetap ikuti tulisan tulisan saya selanjutnya. Dan bagi yang belum baca buku Property Cash Machine, silakan baca, mau pinjam teman….. boleh, mau beli ….boleh, tapi yang pasti anda akan dapat manfaat lebih banyak lagi jika baca Property Cash Machine dan mempraktikkannya.

    @Heri, terima kasih komentarnya pak. Jika anda mempunyai prinsip seperti itu sah-sah saja, setiap orang berhak memilih strategi dan caranya masing masing, dan setiap orang punya sudut pandang yang berbeda. Tinggal cocok yang mana, mau pakai yang mana. Jika anda mau cara demikian, maka terapkanlah sistim bagi hasil dengan investor atau pola kerja sama. Dalam hal ini saya hanya membagikan tips dan trik yang saat ini sudah terbukti berhasil merubah hidup saya dan banyak teman teman lainnya menjadi jauuuuuuuuuuuuuh lebih baik dalam sudut pandang ekonomi. Semoga anda juga sukses menerapkan cara yang cocok menurut anda.

  • Rudiyanto said:

    Penjelasan yang begitu luar biasa dari Pak Joe….4 thumbs up

    Saya juga mau sedikit sharing tentang pengalaman saya. Kondisi saya sekarang terjerat dengan bad debt, sampai sekarang pun saya masih belum bisa melunasinya. Terlalu banyak mencoba berbagai bidang usaha, tanpa BELAJAR terlebih dahulu, membuat saya mempunyai bad debt.

    Ilmu pak Joe mengajarkan bagaimana mengelola hutang menjadi good debt, bukan bad debt seperti yang saya lakukan di masa lalu. S
    tlh mengikuti workshop, mental saya ditempa lagi untuk mempunyai keyakinan bahwa saya bisa berinvestasi di bidang properti walaupun saya masih dalam keadaan ada bad debt.

    Donald Trump, mbahnya investor properti di Amerika pun, pernah punya bad debt pribadi yang besarnya sampai ratusan juta dollar. Namun karena pengalamannya, dia berhasil melunasi semuanya dengan baik. Dan sekarang masih berhutang untuk memperbanyak jumlah investasinya di properti. Jika dia berhenti action dan hanya memerenungi nasib saja, saya yakin kita semua tidak akan pernah mendengar nama besarnya lagi sekarang.

    Sharing saya yang lain, jangan menyerah dengan kondisi kita yang sedang dalam kesusahan apapun. Lebih baik kita maju terus untuk hidup yang lebih baik. Saya yakin dengan adanya bimbingan dari pak Joe, niscaya kita bisa mengelola hutang menjadi good debt dalam berinvestasi properti.

    Salam sukses,
    Rudiyanto

  • andri Rhama W said:

    Salam Pak Joe,

    Saya sangat tertarik sekali untuk ikut Workshop nya Pak Joe, saya sudah beli bukunya Pak Joe Plus dengan CD Presentasinya Pak Joe. ada satu pak yang cukup mengajal saya untuk melangkah, bagaimana kalau kita masih punya hutang kartu kridit yang belum bisa diselesaikan ….

    salam
    andri

  • Engel Bertus said:

    Masuk juga sih,tapi untuk berhutang yang “Positif” tetap saja harus Bankelbel kan ? Nah disitulah letak persoalannya Pak Joe !?

  • vinsensius suryono said:

    semoga tahun ini saya bisa ikut seminar PCM, pak joe. Itu salah satu target dan harapan saya tahun ini!.. Amin..
    Salam sukses..!!

  • eko said:

    tq pak Joe,
    saya selalu positif untuk hal seperti ini ,
    saya sudah menunggu cukup lama untuk segera ikut PCM seminar, cuma masih ada hutang yang sebentar lagi akan saya lunasi setelah semua masuk.
    dan yang penting setelah ikut seminar pak Joe , saya akan segera berhutang lagi ( good Dept )

    Salam

    Eko

  • eci said:

    Ini yang harus diperjelas.. dan juga supaya yg ingin/sudah ambil jalan pintas (hutang untunk bergaya) menyadari kesalahannya.

  • gunawan said:

    Luuuuaaaar Biaaasaaa P.Joe sangat menginspirasi,benar adanya kata orang tua saya jangan berhutang apalagi dengan Bank nanti dipukul pantat u/bayar hutang.Permasalahannya orangtua saya tidak menjelaskan secara rinci Hutang yang seperti apa? Maklum belum ikut Seminar Property Cash Machine P.Joe,pandangan yang saya terima dari orang tua saya sepotong potong.Dengan mengikuti Seminar PCM P.Joe yang dikupas secara gamblang hutang baik & hutang buruk & membuang jauh2 mental blok saya cara berhutang di Bank,Rasa syukur & terima kasih saya ucapkan kepada Tuhan YME,tahun lalu saya membeli Property Hot Deal,Target saya tahun 2011 ini membeli mininal 1 Property Hot Deal lagi.Saya tunggu terbitan Buku PCM 2nya P.Joe,salam Sukses luuuuar Biaaasaa u/P.Joe sekeluarga & Team PCMnya.
    Gunawan(PCM 23)

  • Iwan said:

    Hutang susah… gak hutang tambah susah… apalagi yang udah bad debt n kena BI checking dimana-mana. Jalan satu-satunya cari yang gak kena BI checking seperti Koperasi Simpan Pinjam atau yang lainnya yang mungkin bunganya segunung dan malah mungkin lari ke rentenir pun dijalani. Yang penting dapat utang… Solusi untuk masalah seperti ini yang mungkin gak pernah disampaikan orang-orang yang sudah sukses. Apa mungkin karena mereka belum pernah mengalaminya. Sulitnya bangkit dari keterpurukan karena hilangnya kepercayaan Bank. Mungkin jawabannya gampang… Makanya dijaga kepercayaan dari pemodal… Itu bagi yang belum terlanjur bad debt mungkin bisa ngomong kaya gitu. Bagi yang sudah terlanjur Bad Debt bagaimana…? Mungkin bang Joe bisa ngasih masukan.
    Thanks…

  • Joe Hartanto said:

    @Iwan, alasan utama saya saat pertama kalo menyelenggarakan workshop Property Cash Machine di bulan Maret 2008 adalah karena keprihatinan saya melihat dan mendengar banyak kasus yang sama seperti hal yang anda alami. Karena ketidak tahuan, karena kesembronoan, karena kepedean, karena belajar yang setengah tengah sudah langsung action. Kalau sudah telanjur terjerumus, tetap hadapi, walau sambil terseok seok sekalipun, dan fokus pada solusi, fokus pada bisnisnya bukan pada masalah atau hutangnya, jalan keluar selalu ada. Hanya masalahnya kebanyakan orang yang menghadapi masalah seperti ini, mereka kebanyakan mengeluhnya, menggerutu, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, menyalahkan nasib, dll….. akibatnya adalah bukannya melihat jalan keluar yang ada didepan mata, tapi semua jalan terlihat buntu. Karena itu fokuslah pada solusinya.

  • agus said:

    sy sekarang sedang punya cicilan ke koperasi syariah dan tidak ada anggaran untuk menabung, tapi ada tawaran sebuah rumah yang sudah ada waletnya mintanya 350 jt dan hasil sementara sekarang dari sarang walet baru 3jt/bulan (belum dioptimalkan) , menurut pak Joe kira2 bisa nggak jadi hutang baik buat saya kalo saya ambil rumah tersebut ? trims atas sharingnya !

  • TJIPTONO said:

    kalau kita memahami konsep dasar akuntansi yaitu “sumber dana” dan “penggunaan dana” banyak dari kita terjebak dalam penggunaan dana, krn bagian dari penggunaan dana ada 2 hal,
    1. Aktiva Produktif
    2. Aktiva Tetap
    klu kita banyak melakukan pengelolaan sumber dana untuk beli aktiva tetap (misal hanya untuk beli HP high end), maka
    a. yang ada malah kita digerogoti biaya pemeliharaan, pdhl kita masih menanggung biaya bunga atas sumber dana kita berupa hutang, klu kita mampu mengelolahnya
    b. pembelian HP pun bisa berubah menjadi aktiva Produktif klu kita pakai HP tersebut untuk melakukan komunikasi yang mendatangkan bisnis kita jalan, sehingga akan mendapatkan pendapatan yang bisa set-off biaya bunga dari hutang kita
    Apapun keputusan kita atas penggunaan dana selalu bijaksanalah, krn keputusan dapat kita switch itu kebutuhan untuk produktif atau untuk hanya jadi barang pribadi

  • gus muh said:

    om joe
    saya sudah beberapa kali mengajukan KPR ke beberapa bank
    al hasil ada yg di setujui dan tidak..
    dan yang di setujui umumnya plafond dibawah yang saya inginkan…
    kira2 cara mensiasatinya gmna om joe

    oh ya satu lagi, temen saya pernah kena BI ceking masalah kartu kredit
    gmna caranya untuk bisa mendapat kepercayaan dari bank lagi

    salam sukses untuk kita semua

  • Joe Hartanto said:

    @Agus , hutang terjadi ketika terjadi proses meminjam dan sepanjang hutang itu anda gunakan untuk membeli asset yang berpenghasilan berarti itu adlh hutang baik.Sebelum ber HUTANG perlu di lihat ke depannya prospek dari rumah walet tsb
    @Tjiptono , terima kasih untuk sharing nya untuk rekan2 yang lain , dana kata kuncinya adalah BIJAKSANA

  • Joe Hartanto said:

    @Gus Muh , halo juga bung Gus , utk mendapatkan sesuatu yg kita inginkan, kita harus tahu pola pikir dari bank dan juga cara kerja penilai bank yang biasanya dioutsourcing serta bagaimana membuatnya bermanfaat untuk kita dan maaf itu hanya bisa saya jelaskan di workshop.kata kuncinya adlh bung Gus harus membekali diri dengan pengetahuan yang memadai.
    Untuk teman anda yang terkena BI checking pastinya dia akan masuk daftar hitam selama jangka waktu tertentu.Kalau dia ingin kembali meminjam tentunya harus ada strategi negosiasi.

  • arifin said:

    mr.joe

    mo nanya ni…
    gmana kalau yg kita invest itu rumah.trus biaya sewanya belum mencukupi untuk membayar cicilan

    apakah harganya kemahalan
    atau
    dimana letak permasalahannya

  • Joe Hartanto said:

    @Gunawan
    Ditunggu segera kisah sukses lainnya,salam sukses untuk pak Gunawan

  • Sukemi said:

    Dear pak Joe,

    Saya setuju dengan pak Joe bahwa utang itu netral, tergantung untuk keperluan apa, seharusnya untuk keperluan yang produktif jangan untuk konsumtif. Berkat sebagian utang dari bank dan hasil tabungan dari gaji sebagai office boy (karyawan) saya dulu bisa beli rumah. Belajar dari pengalaman itu saya berutang lagi ke bank dan tambah dengan tabungan saya sebagai Staff bisa beli rumah lagi. Saya pinjam lagi ke bank dan ditambah tabungan saya sebagai Manager bisa beli rumah lagi.

    Pengalaman saya di bidang property, bermula dulu saya ikut training properti lantas ikut jual beli property walaupun belum berhasil namun saya terus belajar dan yang penting adalah action dengan perhitungan yang cermat dan hingga saat ini alhamdulillah saya sudah punya beberapa rumah dan tanah di Bekasi dan punya rumah serta apartemen di Jakarta. Ternyata investasi dibidang bidang property sungguh menarik..!! Terima kasih pak Joe telah memberikan informasi dan menanmbah wawasan saya tentang dunia property. ” Property Chash Machine” Salam hormat dari: Haji Sukemi Kadiman

  • Rio said:

    Pak, Joe saya sudah membaca buku anda, saya rio, 25 tahun, PNS, ingin mengajukan pembiayaan atas rumah kos, kok sulit yah?banyak bank yang menolak ketika saya sebutkan rumah kos, apakah Pak Joe ada saran?terima kasih

  • Amri Rahman,SE. said:

    berhutang akan lebih baik daripada harus menaham lapar.
    berhutang akan lebih baik daripada tidak ada pekerjaan.
    berhutang akan lebih baik daripada korupsi, nyolong, nyuri, ngrampok, jambret,

  • Roy said:

    Dear Pak Joe.
    Saya sangat terinspirasi dgn buku bpk. Saya ingi menerapkan salah satu strateginya yaitu refinancing, tapi menghadapi kendala.
    Ceritanya begini: 2 tahun yg lalu saya mulai mengangsur rumah seharga 265 juta (bila cash). Rumah ini milik seorang kawan lama.
    Mengingat pertemanan kami, dia menawarkan saya untuk mengangsur ke dia saja, bukan KPR. Alasannya, waktu itu bunga angsuran mmg sedang tinggi (sekitar 13% per thn). Kalau melanjutkan angsuran dia, bunganya hanya 9,9%. Jadi, teman saya ini ??µ bantu saya agar saya terhindar dari bunga yg tinggi.
    Rumah tsb masih atas nama dia. Tapi kami sdh bikin perjanjian di notaris, bahwa bila lunas, rumah tsb akan dibalik nama atas nama saya.
    Berhubung waktu itu saya kebetulan ada uang lebih, saya DP 180juta. Sisanya saya angsur selama 5 thn dgn angsuran sekitar 2,2juta/bln.
    Tetapi jalan hidup tdk selamanya mulus. Di tahun kedua, saya mengalami musibah finansial, shg angsuran tdk lancar lagi sebagaimana rencana semula.
    Teman saya akhirnya marah2 kpd saya krn saya dianggapnya melecehkan kepercayaan dia. Saya sdh coba jelaskan permasalahan saya, tapi dia masih tetap tdk ??µ menerima.
    Terakhir, saya diberi opsi utk keluar dan semua uang yg sdh saya bayarkan kepadanya ??µ dikembalikan.
    Saya pikir, ini merugikan saya.
    Setelah membaca buku bpk, saya tergerak dgn ide refinancing tadi. Tapi masalahnya, saya tidak bankable saat ini. Persyaratan. Bank juga macam2. Yg jelas tdk bisa saya penuhi. Sdgkan saya juga seorang wiraswasta, bukan karyawan. Saya tdk punya slip gaji dll.
    Saya butuh masukan dari bpk. Bgm cara mengatasi masalah saya ini?
    Dengan segala kerendahan hati saya mohon masukan dari bpk.
    Salam hangat dan Tuhan memberkati P Joe.

  • juna said:

    komentar saya simple. hutanglah untuk mendapatkan keuntungan.yg kemudian bs dijadikan modal. terimakasih.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.