Jangan Pernah BerHUTANG!!!

Jangan pernah berHUTANG!!! Semakin banyak hutang ……semakin susah-lah, ….. semakin terjerat rentenir-lah, …… semakin tidak berwibawa-lah, ….. bikin hidup susah-lah…dll.  Itulah “nasehat-nasehat ” yang sering kita dengar sejak kecil sampai sekarang, dari orang tua kita, paman kita, saudara kita, tetangga kita,…. dari teman kita, bahkan kucing kita juga kalo bisa berbicara, pastilah “nasehat”nya juga seperti itu….ha3x.

Sementara di dunia nyata….kita juga melihat kenyataan yang seperti itu, ada teman teman dilingkungan kita yang hidupnya jadi sulit, karena mempunyai hutang. Dan pikiran kita langsung berkata….tuh kan bener kata si A, kata si B, kata si C….. kalau berhutang bisa membuat hidup kita semakin susah…, semakin terjerat……,  semakin tidak berwibawa…. dan semakin semakin lainnya yang intinya membuat hidup kita makin susah saja.

Tapi, sementara itu pikiran anda yang lain juga mengatakan, tapi kan….kata buku A, B, C , dst…dan kata si A, B, C  dst…. Kita harus berani berhutang….mana yang benar ya???

Semakin bingunglah Anda, dan semakin Anda bingung, semakin Anda tidak kemana mana, alias jalan di tempat. Semakin Anda ingin praktekkan ilmu yang anda pelajari dari A, B, C, dst, semakin kuat pula “nasehat nasehat” yang sudah tertanam di pikiran Anda sebelumnya “menahan dan menarik anda” untuk diam dan tidak praktek ilmu yang baru anda pelajari…..

Jika anda bertanya pada saya, yang benar yang mana pak Joe?, hutang itu baik atau jelek sih sebenarnya???

Saya akan jawab : Dua duanya benar, ……lho kok??  hutang itu baik…ya benar, hutang itu jelek…juga benar, nah…kan tambah bingung kan anda… dengan jawaban saya……ha3x….

Teman teman, yang benar adalah hutang itu tidak baik, juga tidak jelek,  hutang itu NETRAL. Seperti yang sering saya jelaskan pada teman teman para alumni workshop Property Cash Machine, hutang itu netral, jika saya ibaratkan hutang itu pisau didapur….. Apakah pisau itu bagus atau jelek? Jawabannya tergantung untuk apa pisau itu digunakan? Untuk memotong mangga, pisang, jambu….atau untuk nusuk tetangga atau teman kita dari belakang? Atau tergantung siapa yang pegang pisaunya? Seorang koki hotel bintang lima, atau seorang anak kecil yang masih berumur 3 tahun?

Demikian pula dengan hutang, tergantung untuk apa Anda berhutang? Berhutang untuk membuat anda tampil terlihat “seakan akan terlihat seperti orang yang sudah sukses”? supaya gengsi anda naik? supaya disayang mertua? Atau untuk berinvestasi? ….

Sebagian dari anda mungkin saat ini mengatakan dalam hati, saya kan berhutang untuk beli properti… berarti saya berhutang untuk berinvestasi….
artinya hutang saya, hutang baik dong ya….

Hmmm……. tunggu dulu? Seperti apa yang Anda maksud dengan berinvestasi properti itu? Apakah Anda sudah melakukan investasi properti dengan cara yang benar? (Silakan baca lagi artikel saya dengan judul “Kalah judi, malah dicerai istri”)

Kembali ke topik  tentang hutang. Hutang itu netral, seperti pisau, dia akan membantu dan memudahkan hidup kita, jika kita tahu bagaimana cara pergunakannya, kapan pergunakannya, dimana pergunakannya?

Jadi jangan pernah berhutang, jika hutang itu hanya untuk membuat anda “sekan akan terlihat lebih sukses” oleh orang orang disekeliling anda, inilah yang dimaksud dengan “hidup dalam ilusi”, hanya untuk beli gadget keluaran terbaru, hanya untuk beli mobil yang lebih keren, hanya untuk beli rumah yang lebih besar dan mewah untuk anda tinggali sendiri, hanya untuk liburan yang lebih jauh dari tetangga anda, atau hanya untuk membelikan mainan anak anda yang lebih bagus dari keponakan anda…….

Tapi berhutanglah sebanyak banyaknya jika anda sudah paham cara mengelola hutang, dan hutang itu anda pergunakan  untuk membeli aset yang nilainya selalu naik (tapi pastikan belinya aset lho ya…bukan keset…ha3x) dan pastikan anda dapat memanfaatkan hutang untuk kemakmuran serta kemajuan diri anda seperti yang saya ajarkan di Property Cash Machine workshop.

Jika Anda berkesempatan  hadir di workshop PCM, Anda akan tahu bagaimana cara dan besarnya upaya yang saya lakukan untuk menghilangkan mental blok atau program masa lalu di para peserta yang memiliki persepsi hutang itu jelek, punya hutang itu memalukan, punya hutang bikin sengsara dan lain-lain.

Karena jika mental blok atau persepsi seperti itu masih ada, akan sulit untuk menanamkan persepsi bahwa hutang itu netral, hutang itu bisa membawa ke kemakmuran jika dikelola dengan bijaksana dan lain-lain.

Semoga saya bisa segera berjumpa Anda di workshop Property Cash Machine berikutnya. Sukses selalu buat Anda!

Joe Hartanto