Jual 1 aja, Bebas Hutang, Malah Untung Rp 20 Milyar

Teman teman PCM semuanya, seringkali saya mendapat pertanyaan mengenai jangka waktu pinjaman seperti ini, “pak Joe, kalau kita meminjam uang ke bank untuk beli properti, yang baik itu, kita ambil jangka waktu berapa lama ya?

Biasanya sambil berkelakar, saya menjawab begini “Ya selama lamanya, kalau bisa 20 tahun, ambil. Kalau bisa 30 tahun, ya ambil juga. Kalau bisa di kasih seumur hidup, apalagi, harus di ambil. Pokoknya selama mungkin deh….hehehe”.

Biasanya setelah mendengar jawaban seperti itu, yang nanya jadi bingung dan penasaran, lalu  bertanya lagi, “Terus, kalau selama mungkin, kapan kita bebas dari hutang, kapan kita lunasinya, emang kita mau seumur hidup, sampe tua, tiap bulan punya kewajiban ngangsur ke bank?

Biasanya sambil berkelakar juga saya menjawab demikian, “Emangnya, siapa yang suruh ngangsur ke bank sampe tua, sampe udah mau meninggal ?

Nah biasanya tambah bingung orangnya kalau saya jawab begitu. Memang sengaja saya bikin bingung sih….. karena saat bingung itulah sebenarnya pikiran seseorang terbuka untuk menerima ide ide maupun hal hal yang baru.

Saya tahu, saat ini banyak juga teman teman PCM yang mempunyai pemikiran dan pertanyaan yang senada seperti itu. Anda bisa menarik kesimpulan sendiri tentang jawaban saya itu, dari sharing alumni PCM di bawah ini.

Nah dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi sebuah contoh kisah nyata keberhasilan salah seorang sahabat alumni PCM yang minggu lalu baru saja berdiskusi dan berbagi kisah suksesnya pada saya. Dan dari kisah sukses ini, saya yakin bagi teman teman yang cukup jeli dan cerdas, akan mendapatkan jawaban atas pertanyaan pertanyaan serupa seperti diatas.

lilianaSahabat ini, kita sebut saja ibu Liliana (bukan nama asli, karena beliau sudah ingatin saya untuk jangan sebut nama aslinya, beliau tidak mau nanti dianggap sombong atau pamer dengan keberhasilannya).

Saat awal bertemu saya pertama kali di workshop PCM awal tahun 2010, beliau mengaku hanya “berani” meminjam uang di bank tidak lebih dari 1 M (itupun hanya hutang dagang, karena beliau memiliki sebuah toko di kota XXX).

Tetapi sejak pertemuan di workshop PCM tersebut, karena akhirnya beliau mendapat ilmu dan mengetahui manfaat dari hutang sebagai daya ungkit untuk meng-akuisisi aset aset properti, beliau langsung berlari cepat sekali, sehingga dalam kurun waktu 2 tahun saja, beliau meng-akuisisi banyak sekali aset properti. Dan hanya dari pembelian 4 aset properti saja, beliau memiliki total hutang bank sampai hampir 21 Milyar…..

Perinciannya sebagai berikut :

  1. Hutang pembelian properti A, Rp. 3,6 M (2010)
  2. Hutang pembelian properti B, Rp. 6 M (2011)
  3. Hutang pembelian properti C, Rp. 3,3 M (2012)
  4. hutang pembelian properti D, Rp. 8 M (2012)
  5. hutang pembelian properti lainnya (saya tidak tahu persis jumlahnya)

Berbagai komentar atau pendapat mungkin timbul di pikiran Anda saat ini, ada yang bilang “Wow, luarbiasa ya ibu yang satu ini”, atau “Gilaaaa, punya hutang segitu gedenya, apa nggak strees tuh, kan angsuran perbulannya bisa sampai 250an juta tuh”, atau “Wah, ketemu pak Joe, kok malah hutangnya tambah banyak, hiiiii ngeri ahhhh” dan banyak lagi pemikiran lain tentunya.

Tetapi namanya proses perjalanan, pasti selalu ada lanjutannya kan…… Benar sekali teman teman. Jadi salah satu aset properti ibu Liliana ini, tepatnya properti yang dibelinya di bulan Mei 2012, dengan hutang bank sebesar 8 Milyar, ternyata bulan lalu, tepatnya bulan Agustus 2013, berhasil terjual senilai 23 Milyar…… WOW…..Luarbiasa sekali bukan!

jual1jt

 

Jadi hanya dengan penjualan salah satu aset propertinya saja, bukankah artinya ibu Liliana sudah bisa  melunasi total hutang 4 aset propertinya yang 21 Milyar itu, malah masih punya 3 aset properti lainnya yang sudah lunas dari hutang bank.

Jadi hitung hitung dengan memanfaatkan hutang bank selama 3 tahun, dapat 3 aset properti gratis senilai lebih dari 20 Milyar, dan bebas hutang.

Nah teman teman PCM sekalian, saya harus ingatkan dulu nih,tidak berarti setelah baca artikel ini, Anda lalu jadi ngawur pinjam uang dari bank.

Yang saya ceritakan diatas memang hanya salah satu saja dari sekian banyak strategi investasi properti dengan memanfaatkan hutang bank. Tetapi saat Anda ingin mempraktekkannya, saya sarankan Anda mencari pembimbing dan banyak melakukan konsultasi dengan orang orang yang terbukti sudah berhasil dengan strategi tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh bu Liliana, setelah hadir di workshop Property Cash Machine, beliau sering berkonsultasi dan melakukan mentoring dengan saya.

Jadi strategi ini hanya bisa berhasil dan membawa keuntungan ketika dilakukan oleh seseorang yang sudah benar benar mengkuasai ilmunya, dengan perhitungan yang cermat dan sudah siap dengan apapun resikonya baik untung maupun rugi.

Semoga hal ini bisa menginspirasi dan membuka mindset cara berpikir Anda dalam berinvestasi di properti!

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

Join our workshop & consulting session @ http://PropertyCashMachine.com/workshop

“Tempatnya belajar cara cerdas membangun kekayaan melalui properti TANPA MODAL

Joe Hartanto