Kapan saat yang tepat Anda bisa “pecat” boss Anda?

Kebanyakan karyawan pada umumnya takut sekali apabila memikirkan kemungkinan dirinya dipecat atau diberhentikan oleh perusahaan atau boss-nya. Tapi pernahkah dalam pikiran Anda terbersit keinginan untuk suatu hari nanti Anda bisa “memecat” boss Anda? Hehehe….

Ahhh pikiran macam mana pula ini? Mana ada karyawan ‘memecat” bossnya? …jangan jangan kalau ketahuan kita berpikir begitu, yang ada malah kita dipecat duluan.

Demikian komentar sebagian besar orang diluar sana, ketika saya meminta mereka untuk memikirkan kemungkinan mereka bisa “pecat” boss-nya.

Nah, menyimpang sedikit dari ide diatas, sekarang saya mau bertanya pada Anda semua, baik Anda yang bekerja sebagai karyawan, profesional ataupun sudah jadi pengusaha.

“Berapa penghasilan pasif per bulan (passive income), yang menurut Anda sudah cukup buat Anda untuk “bisa berhenti” dan pensiun dari pekerjaan atau usaha Anda saat ini?”

Penghasilan pasif ini boleh Anda dapatkan dari mana saja, dari investasi Anda di bidang bisnis, properti, royalti, hak cipta atau hal lainnya. Yang pasti penghasilan pasif ini adalah penghasilan yang tetap datang, masuk ke rekening bank Anda, tanpa Anda harus aktif bekerja untuk mendapatkannya atau hanya perlu sedikit usaha yang dikeluarkan untuk mendapatkannya. Penghasilan yang Anda bisa dapatkan, bahkan saat Anda sedang tidur, berlibur, atau bahkan sedang “pacaran” dengan pasangan resmi Anda….hehehe….

Beberapa waktu yang lalu, saya menyelenggarakan sebuah kuiz di Facebook Fanpage Joe Hartanto dengan pertanyaan serupa, dan animo dari teman teman sungguh luarbiasa, ada berbagai macam jawaban dari berbagai kalangan, dengan angka dan pemikiran yang berbeda beda.

Tapi ada juga yang bingung dan bertanya demikian “Sebenarnya jawaban yang benar itu berapa ya? Karena setahu dan pengalaman saya, manusia itu berapapun jumlahnya pasti selalu kurang.”

Betul sekali! Pada umumnya manusia itu berapapun uang yang didapat selalu akan kurang.

Sahabat sekalian, memang tidak ada acuan dan angka yang pasti dalam hal ini, tetapi saya pribadi sependapat dengan salah satu guru saya yang mengatakan “seseorang bisa dikatakan sudah bebas secara keuangan/finansial ketika dia sudah memiliki penghasilan pasif minimal 3 kali lipat dari total kebutuhan keuangan pribadinya dan keluarga tiap bulannya”.

Jadi sebagai contoh, jika kebutuhan keuangan seseorang untuk dapat menjalankan gaya hidupnya dia saat ini adalah sebesar Rp 10 juta/bulan, maka dia sudah bisa dikatakan bebas secara keuangan/finansial ketika penghasilan pasifnya mencapai angka Rp 30 juta/bulan.

Andaikan saat ini Anda adalah seorang karyawan, bekerja di sebuah perusahaan, dan mendapatkan gaji / penghasilan aktif Rp 10 juta/bulannya. Tetapi Anda sebenarnya tidak senang kerja di perusahaan tersebut, mungkin dengan alasan seperti:

  • Ini bukan bidang pekerjaan yang saya suka
  • Saya tidak suka dengan boss saya  yang selalu menekan bawahan
  • Saya tidak suka dengan lingkungan di perusahaan, yang saling sikut dan saling jatuhkan sesama karyawan
  • Saya tidak suka lokasi kantor, karena jauh dari rumah, maceeeeet dan habiskan waktu saya di jalan setiap harinya (kerja 8 jam di kantor + 6 jam perjalanan PP dari rumah ke kantor= 14 jam diluar rumah, tinggalkan keluarga yang Anda cintai)
  • Dan berbagai macam alasan lainnya.

Semua alasan yang Anda miliki mungkin membuat Anda tidak betah dan ingin sekali bisa “pecat’ boss Anda, tetapi belum bisa Anda lakukan, karena penghasilan aktif Anda yang Rp 10 juta sudah habis bahkan sebelum akhir bulan untuk biayai kebutuhan keluarga Anda. Apakah ini sesuatu yang umum terjadi? 🙂

Jadi Anda terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang tidak Anda sukai, tetapi Anda juga tetap harus lakukan karena hidup Anda dan keluarga Anda tergantung dengan gaji / penghasilan aktifnya.

Nah sekarang marilah kita bayangkan situasi dan keadaan yang berbeda, jika apapun profesi Anda saat ini, apakah Anda seorang karyawan, profesional, pengusaha atau pengangguran sekalipun, tetapi Anda memiliki penghasilan pasif 3 kali lipat dari kebutuhan hidup Anda dan keluarga tiap bulannya, Apa yang akan Anda lakukan?

Bagi karyawan dengan kondisi diatas, dapat saya perkirakan, jawabannya mungkin adalah segera bulan depan saya mengundurkan diri ….ehhh salah…. kok memundurkan diri sih…. Ya memajukan diri toh..…..atau segera saya “pecat” boss saya…hehehe…

Bagi sahabat yang profesional, misalnya dokter, perawat, pengacara, atau profesi lainnya, mungkin akan bekerja melayani para pasien atau kliennya dengan sepenuh hati, dan jauh lebih profesional,  dibandingkan rekan sejawat mereka yang hanya bekerja asal asalan sekedar untuk mendapat uang atau mem”perkaya diri”nya sendiri tanpa pedulikan penderitaan klien/pasiennnya.

Bagi sahabat yang pengusaha, mungkin akan berusaha dengan semangat melayani yang jauh lebih baik pada konsumennya dan meningkatkan profesionalitas dalam berusaha, tidak mudah melakukan praktek praktek usaha yang kotor, menjatuhkan atau menjelek jelekkan sesama rekan pengusaha yang bergerak di bidang yang sama atau mencurangi konsumennya. Atau bahkan kalau usaha yang digelutinya saat ini, bukanlah usaha yang sesuai dengan hatinya, mungkin usahanya ditutup, dijual, atau dihibahkan saja deh…..

Intinya sahabat sekalian, dengan memiliki penghasilan pasif yang besarnya minimal 3 kali lipat dari kebutuhan / gaya hidupnya saat ini, banyak hal yang akan bisa dilakukan oleh seseorang, banyak hal yang bisa ditingkatkan dalam kehidupannya, mengapa demikian?

Karena jauh didalam pikiran bawah sadar setiap manusia mereka memiliki kebutuhan akan rasa aman dalam hal keuangan, dan saat kebutuhan akan rasa aman itu tercukupi, pikiran akan bekerja dengan jauh lebih rileks, nyaman, sehingga banyak hal hal kreatif yang bisa dilakukan, banyak hal hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas hidup orang tersebut, keluarganya, maupun lingkungan sekitarnya.

Nah, sekarang sebagian dari Anda mungkin bertanya demikian, ya saya sudah tahu tentang hal itu, tapi darimana saya bisa dapatkan penghasilan pasif tersebut??

Darimana saja …… Anda bisa dapatkan penghasilan pasif dari royalti hak intelektual Anda, seperti penulis buku, pencipta lagu,  pemilik merk usaha atau hal lainnya, dari hasil usaha atau dividen usaha Anda yang sudah bisa berjalan tanpa perlu kehadiran Anda, dari hasil keuntungan investasi dan hasil sewa investasi properti (seperti yang saya dan teman teman alumni PCM lakukan saat ini)….ataupun hal hal lainnya.

Terus….bagaimana caranya? Kalau ini, saya jawabnya mudah saja, seperti jawaban saya pada anak saya Nadya sewaktu umur 6 tahun, saat dia bertanya, “Dad, bagaimana caranya supaya bisa naik sepeda seperti anak tetangga sebelah?”, waktu itu saya jawab…. Ya…. pertama tama kamu harus belajar nak….belajar naik sepeda, sama daddy, mommy atau siapapun yang sudah terbukti lebih dahulu bisa dan tahu caranya naik sepeda.

Demikian pula, sama halnya dengan memiliki kemampuan bersepeda, untuk memiliki kemampuan dalam bidang apapun, termasuk kemampuan untuk menghasilkan penghasilan pasif, ya awalnya harus belajar dulu. Belajarlah dengan orang yang sudah terbukti, lebih dahulu bisa dan tahu caranya.

Terus…..langkah awalnya bagaimana? Kembali ke contoh bersepeda, saat anak saya Nadya bertanya demikian pada saya, hal apa yang bisa menyebabkannya bertanya demikian? Tentunya sebuah keinginan atau memiliki kebutuhan untuk mampu dan bisa bersepeda dengan baik seperti anak tetangga.

Nah, sahabat sekalian, itulah jawabnya, langkah awalnya Anda harus punya keinginan atau memiliki kebutuhan untuk memiliki penghasilan pasif 3 kali lipat kebutuhan Anda saat ini. Keinginan ini yang biasanya juga disebut dengan impian, goal, target atau outcome atau apapunlah namanya.

Terus….selanjutnya apa lagi? Terus terus terus….udah ahhhh….cape nulisnya nih…hehehe…

Sekarang saya mau tanya lagi, Apakah Anda ingin dan percaya Anda bisa memiliki penghasilan pasif? Jika jawabannya ya, silakan Anda tuliskan di kolom komentar dibawah ini:

  1. Berapa jumlah penghasilan pasif yang Anda inginkan?
  2. Berapa lama jumlah itu akan berhasil Anda wujudkan dalam hidup Anda?

Anda bisa dan boleh saja buat targetnya 1 trilyun perbulan…..kan yang namanya impian harus sebesar besarnya …..hehehe….emang iya sih, tapi kalau 1 trilyun itu tercapainya disaat Anda usia 99 tahun, ya sama aja bohong………. sttttt jangan kelamaan dong…., kasihan keluarga dan orang orang yang Anda cintai.

Ingat, buatlah target yang reachable dan reasonable. Dan targetkan untuk Anda wujudkan paling lama 5 tahun dari saat Anda menuliskannya saat ini  atau bahkan lebih cepat lagi.

Untuk mencapai impian atau goal, pertama-tama Anda harus tentukan terlebih dahulu, jadi tuliskan jawaban dari 2 pertanyaan diatas di bagian komentar di bawah ini.

Salam Sukses Berkelimpahan Buat Anda,

Joe Hartanto

Join our new PCM E-Learning @ http://propertycashmachine.com/elearning

And

Join our coaching session @ www.PropertyCashMachine.com

“Tempatnya belajar cara cerdas membangun kekayaan melalui properti TANPA MODAL”

Joe Hartanto