Kesalahan No 1 Dalam Berinvestasi Properti

Sebagai seorang Property Investor dan mentor bagi banyak orang dalam sukses berinvestasi properti yang cerdas, saya menemukan banyak orang melakukan kesalahan-kesalahan dalam berinvestasi properti.

Nah saya akan sharing dengan menuliskan seri artikel “Kesalahan-kesalahan Dalam Berinvestasi Properti” selama beberapa waktu ke depan di blog ini tentang apa saja kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang awam dalam melakukan investasi properti.

Dari banyak macam kesalahan, inilah kesalahan nomor 1 dalam berinvestasi properti. Anda ingin tahu apa itu?

Kesalahan No #1 :  Menunda Membeli Properti karena Merasa Tidak Mampu

Menunda membeli properti, menurut saya adalah suatu kesalahan yang amat fatal. Kesalahan yang memiliki konsekwensi yang amat berat. Mengapa saya katakan demikian?

Karena seperti yang sudah saya jelaskan di buku PropertyCASHMachine, bahwa properti adalah barang yang sifatnya amat langka dalam hal ketersediaannya. Selain itu properti atau tempat tinggal adalah kebutuhan pokok utama selain makanan.

Sampai hari ini manusia dengan peradaban yang usianya ribuan tahun, manusia masih belum juga berhasil menemukan bumi atau planet baru yang bisa untuk ditinggali, tetapi disisi lain jutaan manusia dilahirkan setiap harinya, dan manusia-manusia baru ini nantinya akan membutuhkan tempat tinggal.

Sebagaimana yang kita semua ketahui, hukum ekonomi menyebutkan bahwa jika suatu barang sulit atau tidak bisa diproduksi lagi, sedangkan permintaan dan kebutuhan akan barang itu terus menerus meningkat, maka yang terjadi adalah harga akan naik terus atau nilainya akan semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Nah ironisnya di sisi yang lain, daya beli orang pada umumnya akan semakin menurun. Kenapa?

Karena adanya “pencuri” yang tidak kelihatan, yaitu faktor inflasi yang mengakibatkan nilai uang yang terus menurun nilainya dari waktu ke waktu.

Sebagai ilustrasi :

Jika seorang anak muda, ingin membeli sebuah properti senilai Rp 250 juta. Umumnya untuk bisa membeli properti tersebut, anak muda ini harus memiliki uang muka (down payment) sebesar minimal 10% sampai 20% dari harga properti tersebut  atau Rp 25 juta sampai 50 juta.

Sisanya dia akan dibiayai oleh kredit dari perbankan. Jika anak muda ini memiliki penghasilan sebulannya 5 juta perbulan, maka untuk bisa memiliki uang muka, dia harus menabung sedikitnya 1-2 juta selama minimal 2 tahun.

Tentunya dengan catatan anak muda ini, hidupnya sederhana, hemat, dan disiplin dalam mengelola uangnya, menabung adalah hal yang tidak sulit untuk dilakukan.

Walaupun menurut pengamatan saya, banyak orang jaman sekarang yang mengalami kesulitan yang luar biasa untuk bisa menabung, karena hidup mereka yang lebih mementingkan gaya hidup dan tidak pernah dilatih atau memiliki kedisiplinan dalam hal pengelolaan keuangannya.

Nah dalam ilustrasi ini, anggap saja si anak muda ini akhirnya 2 tahun kemudian, berhasil menabung uang muka yang dibutuhkan untuk membeli properti idamannya seharga Rp 250 juta tersebut.

Dan saat dia kembali mendatangi penjual properti idamannya tersebut, kemungkinan besar yang terjadi adalah :

  1. Properti tersebut sudah laku terjual ATAU
  2. Kalaupun propertinya masih ada, pada umumnya harga jualnya tentu sudah naik menjadi Rp 300 juta, Rp 350 juta, Rp 400 juta atau bahkan lebih.

Kalau yang terjadi no 2 maka tentunya uang muka yang berhasil dikumpulkannya selama 2 tahun, menjadi kurang untuk membeli properti idamannya yang nilainya sudah naik.

Ilustrasi sederhana diatas adalah salah satu saja dari konsekwensi berat yang terjadi jika seseorang menunda nunda pembelian sebuah properti. Karena nilai properti yang akan cenderung terus menerus naik dari tahun ke tahun.

Selain tentunya konsekwensi lainnya yang bisa banyak sekali saya sebutkan kalau mau, seperti waktu yang terbuang untuk kembali melakukan pencarian properti lainnya. Usia yang semakin bertambah, rasa malu yang timbul terhadap calon pasangan atau calon mertua, bahkan sampai kemungkinan yang terberat adalah tidak pernah terbelinya properti yang diidamkan, karena uang tabungannya selalu menuyusut nilainya tergerus inflasi atau keburu terpakai oleh keperluan dan keinginan lainnya.

Oleh karena itulah, saya selalu mengatakan kepada teman teman saya, yang bertanya bagaimana cara termudah bisa memiliki properti dan menjadi kaya, saya selalu katakan:

“Jangan mudah menyerah dengan situasi, cari akal, jadilah kreatif untuk bisa mewujudkan sesuatu yang saat ini rasanya masih diluar kemampuan.

Jangan tunggu sampai mampu, tapi berusahalah untuk menjadi mampu, dan jangan pernah tunggu beli properti, tetapi beli properti dan tunggu!”

Dan biasanya kalau “haters” atau orang pikiran negatif dengar kalimat tersebut, komennya kadang begini:

  • “Beli properti, pake duit mbahmu?”
  • “Ngomong aja loe gampang suruh beli properti dan tunggu”
  • “Ahhhhhh omong kosong aja nih orang, ngomong asal aja ngomong”

Dan saya seperti biasanya hanya tanggapi cukup dengan senyuman saja komenan para “haters” tersebut dan kemudian delete komentar tersebut 🙂

Tetapi untuk orang yang cukup kritis, rasa ingin tahunya besar, keinginan untuk belajar dan majunya besar, maka mereka akan bertanya dan cari tahu apa maksud kalimat saya tersebut dan bagaimana caranya?

Jika sudah tahu caranya, maka mereka akan berusaha untuk mempraktekkannya.

Nah teman teman, PropertyCASHMachine sistem adalah sebuah sistem atau cara yang selama ini saya lakukan sejak saya berusia di bawah 30 tahunan untuk membangun kekayaan melalui properti dan juga sudah saya ajarkan sejak hampir 10 tahun yang lalu ke banyak orang serta telah terbukti banyak orang yang sungguh-sungguh mempelajari dan mempraktekkannya berhasil membangun kekayaannya melalui aset properti seperti yang saya lakukan selama ini.

So, pesan saya buat Anda yang sedang baca tulisan ini, baca dan pelajari apa itu PropertyCASHMachine sistem dan segeralah praktekkan, bangun aset kekayaan Anda melalui properti.

Jangan pernah tunggu beli properti, tetapi beli properti dan tunggu!!

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

  • laodeslamet prihantoyo

    Istimewa pak joe…

  • hengki deny

    Dahsyat pak joe.