Kesalahan No 4 Dalam Berinvestasi Properti – Membeli Tanpa Punya Rencana

Melanjutkan Seri Artikel Kesalahan Dalam Berinvestasi Properti, berikut adalah Kesalahan No 4 yang ingin saya bahas kali ini. Saya mulai dari percakapan saya dengan seorang ibu yang pernah saya jumpai.

Pak Joe, saya mau ngobrol ngobrol nih, ingin bertanya dan minta beberapa pendapat bapak, boleh ya? Kan saya dengar pak Joe ini usahanya properti gitu” tanya seorang ibu dalam sebuah kesempatan berjumpa dengan saya. Sebut saja bu Ani namanya.

Oh tentu saja boleh bu, sepanjang saya tahu jawabannya pasti saya akan jawab pertanyaan ibu”, demikian jawab saya.

Setelah berbindang bincang sejenak, mulailah si ibu melayangkan pertanyaan pertanyaannya pada saya, satu, dua, tiga pertanyaan semuanya saya jawab dan ibu itu rupanya cukup puas dengan jawaban-jawaban yang saya berikan.

Tibalah akhirnya di pertanyaan terakhir si ibu, mungkin ini pertanyaan pamungkasnya, makanya disimpan di paling akhir…… hehehehe

Ibu Ani:Pak Joe, saya ini punya satu properti di kota A, sejak beberapa tahun lalu setelah saya beli, properti itu hanya sempat saya tengok beberapa kali awalnya, tetapi setelah itu sampai sekarang sudah hampir 7-8 tahun ini tidak sempat saya tengok, kosong begitu saja dan tidak sempat saya urus, bahkan sudah seperti apa itu propertinya pun saya tidak tahu, baiknya diapakan ya pak?

Sambil tersenyum, saya lalu menjawab:

Joe:Ibu, karena tadi ibu sudah beberapa kali bertanya pada saya, dan sudah saya jawab juga, bolehkah sebelum saya jawab pertanyaan terakhir ibu ini, saya bertanya terlebih dahulu satu pertanyaan saja ke ibu? Setelah ibu jawab pertanyaan saya ini, barulah nanti saya jawab pertanyaan terakhir ibu, boleh begitu bu?

Ibu Ani:Oh ya tentu saja boleh pak Joe, silakan pak Joe apa yang mau ditanyakan?

Joe:Begini bu, boleh saya tahu rencana atau tujuan awal ibu saat membeli properti di kota A itu, tadinya buat apa ya?

Ibu Ani:Hmmmmm buat apa ya?” gumam si ibu. “Ya gak buat apa apa sih pak, waktu itu kebetulan pas saya lagi jalan jalan sama suami saya di mall, ada stand properti yang jualan rumah di kota A, terus si salesnya yang gadis muda, cantik dengan dandanan sexy dan pintar sekali bicaranya, mulai menawari kami untuk membeli rumah di kota A yang sedang dijualnya saat itu.

Katanya mumpung lagi pameran perdana, jadi harganya masih murah, dan unitnya pun tinggal sedikit lagi karena sudah terjual beberapa unit sejak beberapa hari pameran.

Dan akhirnya entah kenapa, suami saya saat itu memutuskan kasih uang tanda jadi dan besoknya diminta untuk transfer DP atau uang mukanya.

Terus setelah rumah itu jadi, memang kami sempat ada berkunjung ke rumah kami sekaligus liburan ke kota A tersebut, tapi ya cuma diawal saja, setelah itu kami kami semakin jarang menengok rumah itu sampai sekarang sudah 7-8 tahun berlalu tidak sempat kami tengok. Ya kurang lebih begitu ceritanya pak Joe.

Joe: Lho, jadi saat ibu dan suami ibu memutuskan beli rumah di kota A itu, sama sekali tidak punya rencana mau diapakan nantinya?

Ibu Ani:Enggak pak Joe, ya beli saja, karena kami waktu itu pikir punya kemampuan untuk mencicilnya dan harganya dapat diskon harga perdana. Kami beli tanpa kami berpikir panjang atau punya rencana atas rumah itu.

Jadi sekarang bingung juga nih, mau nengok juga gak sempat, mau dijual sudah kami tawar tawarkan ke saudara dan teman teman kami juga masih belum laku laku, sementara setiap bulannya kami ditagih iuran pengelolaan lingkungan, biaya langganan air, listrik dan PBB setiap tahunnya.

Malah menurut info dari salah satu teman yang tadinya berminat membeli rumah itu, katanya sebagian atap rumahnya sudah rusak, kusen pintu dan jendelanyapun sudah ada yang lepas dan hilang

Joe:Hmmmmmmm…..” balik saya yang mengumam kali ini.

Gini bu, gimana kalau sementara rumah tersebut belum terjual, ibu sewa sewakan saja dulu, toh ibu tidak punya rencana untuk ditempati sendiri, jadi nanti uang sewanya kan bisa buat bayar biaya-biaya yang ibu keluarkan atas rumah itu

Ibu Ani:Ahhhhh, saya gak mau kalau menyewa nyewakan rumah, nanti kalau yang nyewanya jorok, rumah saya yang kata teman saya sudah agak rusak, malah jadi tambah rusak dong, belum lagi kalau yang nyewanya dipakai buat pesta miras, pesta narkoba, pesta sex, buat simpan selingkuhan atau tempat sembunyi teroris……hiiiiiiiiiiiii ngebayanginnya aja saya udah ngeri. Terima uang sewa gak seberapa, tapi nantinya saya malah repot. Udahlah mending saya kosongin aja rumah itu”.

Joe:Hmmmmmmmmm…….gitu ya bu” Kembali saya bergumam sambil menahan senyum.

Ibu Ani:Atau gini aja pak Joe, gimana kalau bapak aja yang beli? Ayolah pak Joe aja yang beli, biar saya gak ribet lagi mikirin itu properti. Atau pak Joe bantu jualin deh, nanti saya kasih komisi. Ini fotonya nanti saya kirim ke email bapak ya, biar bisa ditawar tawarin ke teman teman pak Joe” cerocos si ibu lagi.

Joe:Hmmmmmmmmm…….gini bu, saya itu kalau beli properti pertama tama saya harus tahu dulu tujuannya buat diapakan itu propertinya, atau harus punya rencana dulu. Kalau saya gak bisa apa apakan itu properti, saya pasti tidak akan beli.

Setelah itu biasanya saya hanya beli properti yang SALE, minimal 30% bahkan saya bisa nego habis habisan sampai 50% dibawah pasar.

Dan satu lagi, maaf ya bu, memang benar saya bergerak di dunia properti, tapi saya ini profesinya investor properti bu, bukan agen atau broker properti, jadi ibu jangan berharap saya menjualkan properti ibu.

Sambil saya agak senyum senyum dikit.

Ibu Ani:Oh gitu ya pak Joe….. Ok deh kalo gitu, saya diskusikan dulu sama suami saya ya, apa boleh propertinya saya jual ke pak Joe dengan diskon SALE 50%, abis pusiiiiiiiiiiinnnggg saya mikirin itu properti gak laku laku dari dulu

Joe:Ok bu, tapi seandainya suami ibu setujupun, saya tetap harus survei dulu propertinya ya bu, karena saya harus tahu dulu itu properti kondisinya seperti apa sekarang dan bisa saya apakan, kalaupun saya tidak bisa apa apakan, walau ibu sudah diskon SALE 50% sekalipun belum tentu saya bersedia beli lho bu.

Demikian pembicaraan saya dengan si ibu itupun berakhir.

Teman teman sekalian, apa KESIMPULAN dari pembicaraan singkat saya dengan si ibu?

Seorang profesional investor properti, haruslah SELALU memiliki RENCANA atau TUJUAN atas properti yang akan dibelinya.

JANGAN pernah sekalipun membeli sebuah properti, TANPA punya rencana atau tujuan.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

Entrepreneur, Property Investor dan Penulis 3 Buku National Best-Seller

KLIK DISINI untuk Dapatkan PDF dan 3 Video GRATIS tentang Rahasia KAYA dari Strategi Investasi PROPERTI yang CERDAS dengan Tanpa atau Minim Modal.

Joe Hartanto
 

  • hengki deny

    Artikelnya sangat bermanfaat buat pembelajaran. Ohh iya buat team pak joe. Link bonus 24 video yang di kirim tiap 2 minggu punya saya sebulan kmaren gak ada link yang masuk di email saya . Mohon di cek yah min. Makasih