Pelajaran dari Mendaki Pegunungan Himalaya dalam Meraih Kebebasan Keuangan

Buat teman-teman pembaca yang selama ini rajin mengikuti dan membaca tulisan-tulisan saya di blog ini atau status saya di sosial media, kemungkinan besar Anda sudah tahu salah satu hobi saya dan istri adalah berpetualangan di alam terbuka.

Berbagai aktivitas outdoor, mulai dari camping, hiking, climbing sampai diving di laut lepas pun kami jalani, bahkan untuk berolahraga lari pun kami lebih memilih lari basah kuyup, berhujan-hujanan di jalanan atau pantai daripada mesti berlari di atas treadmill dalam ruangan.

Mungkin itu salah satu ciri-ciri orang bebas, yang tidak mau terikat oleh ruang dan waktu yaaa…hehehehe….

Akhir tahun lalu, tepatnya di akhir bulan Oktober dan awal November 2016, kami bersama beberapa teman, akhirnya berhasil mewujudkan salah satu impian kami, yang tentunya juga menjadi impian banyak pendaki pegunungan, yaitu mendaki pegunungan Himalaya, Nepal.

 

Mengapa Himalaya menjadi impian banyak pecinta petualangan gunung untuk mendakinya?

Ya karena Himalaya adalah pegunungan yang memiliki sedikitnya 14 puncak gunung tertinggi di dunia, yang semuanya berketinggian diatas 8000-an meter dpl (diatas permukaan laut) dengan puncak tertingginya yang sangat terkenal yaitu Mount Everest 8848 mtr dpl.

Otomatis dengan begitu, selain perjalanan pendakiannya sangat menantang, pemandangannya sepanjang pendakian pun juga sangat indah, tidak bisa dibandingkan dengan perjalanan dan pemandangan gunung gunung yang tidak terlalu tinggi.

Sebagai gambaran untuk Anda yang belum mengenal pergunungan, gunung tertinggi di Indonesia adalah Carzten Pyramid atau Puncak Jaya dengan salju abadinya di Papua, ‘cuma’ memiliki ketinggian 4884 mtr dpl.

Walau kami hanya mendaki salah satu puncak dengan ketinggian 6189 mtr dpl saja (Island Peak Summit), tetapi ketinggian ini sudah termasuk ketinggian yang extreem dan memerlukan kemampuan tehnikal serta peralatan khusus untuk mendakinya, seperti tali temali, sepatu es (crampoon), kapak es (axe ice), sepatu boot khusus salju dan helmet.

Nah satu hal yang perlu Anda ketahui adalah dalam mendaki gunung dengan ketinggian lebih dari 3000-an mtr dpl, tekanan udara sudah mulai berkurang sehingga level oksigen sudah mulai menipis.

Dan karena itu sebagian pendaki mungkin sudah ada yang mengalami gejala gejala terkena AMS atau Acute Mountain Sickness (sakit di ketinggian gunung karena tipisnya oksigen). Mulai dari kesulitan bernafas, kepala pusing, jantung berdebar, mual mual, badan lemes sampai diare dll.

Untuk itulah para pendaki gunung tinggi, biasanya harus melakukan proses yang namanya Aklimatisasi dengan baik. Baca baik baik yaaaa… Aklimatisasi….. bukan Ahhh Klimaks 🙂 Kalau Ahhh Klimaks itu artinya bisa lain banget….hehehehe.

Aklimatisasi ini adalah proses penyesuaian (pembiasaan) metabolisme tubuh di ketinggian. Proses ini harus dilakukan dengan baik oleh semua pendaki jika mereka ingin berhasil mencapai puncak-puncak gunung tinggi.

Biasanya banyak pendaki yang tidak berhasil mencapai puncak gunung tujuannya karena mereka tidak cukup melakukan proses penyesuaian ini, biasanya karena mendakinya terlalu cepat sehingga terkena AMS.

Mereka biasa harus turun lagi ke level yang lebih rendah  atau kalau yang parah AMS-nya terpaksa harus di evakuasi untuk turun secepatnya kembali ke dataran yang jauh lebih rendah.

Jadi proses penyesuaian ketinggian ini PENTING dan MUTLAK dilakukan oleh para pendaki yang ingin mendaki gunung tinggi dengan sukses dan tidak ingin pendakiannya harus terhenti karena terkena AMS.

Aklimatisasi dalam Meraih Kebebasan Keuangan dan Waktu

Dalam perjalanan membangun aset properti untuk meraih kebebasan keuangan dan waktu, ternyata dalam pengamatan saya, ada suatu proses yang mirip dengan proses penyesuaian ketinggian (aklimatisasi) para pendaki gunung.

Proses ini, saya sebut saja proses “Aklimatisasi Pikiran” atau “Penyesuaian Pikiran

Penting sekali atau mutlak hukumnya buat Anda yang ingin mencapai “puncak gunung” kebebasan keuangan dan waktu, untuk praktekkan secara rutin proses “Penyesuaian Pikiran” ini sebelum Anda akhirnya bisa berhasil mencapai “puncak gunung” kebebasan keuangan dan waktu Anda.

Dari pengamatan saya selama ini, banyak orang yang akhirnya gagal atau belum juga berhasil mencapai “puncak gunung” kebebasan keuangan dan waktunya karena mereka mengalami “gegar otak” atau “mental shocking” saat menghadapi berbagai tantangan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya di perjalanan mereka untuk menuju kebebasan keuangan dan waktu.

Dan itu terjadi, karena mereka tidak tahu pentingnya melakukan “Penyesuaian Pikiran”nya secara rutin dalam perjalanannya.

Nah untuk itulah, maka setiap kali workshop PropertyCASHMachine para peserta selain diajarkan dan dijelaskan berbagai hal tehnikal tentang investasi properti yang perlu mereka kuasai untuk dapatkan aset aset properti, mereka juga dibekali dengan kemampuan “Penyesuaian Pikiran”.

Proses “Penyesuaian Pikiran” itu diajarkan agar semua peserta memiliki bekal yang cukup dalam perjalanan mereka mewujudkan “puncak gunung” kebebasan keuangan dan waktu yang dicapai melalui aset aset properti.

Proses “Penyesuaian pikiran” yang dibarengi dengan proses bimbingan serta mentoring setelah workshop berakhir inilah yang menjadi kunci dari suksesnya  transaksi properti dari para alumni PCM.

Untuk itu buat Anda yang sedang dalam perjalanan mewujudkan “puncak gunung” kebebasan keuangan dan waktu, saya ingin ingatkan lagi pentingnya Anda pelajari dan praktekkan proses “Penyesuaian Pikiran” agar tujuan Anda tercapai dengan lancar dan tidak terkena “AMS” dalam perjalanan Anda.

Di workshop PropertyCASHMachine saya biasa membantu peserta untuk melakukan proses penyesuaian pikiran ini  dengan berbagai cara & teknik pikiran, mempelajari berbagai studi kasus, simulasi maupun games.

Saat Anda ingin mendapatkan bimbingan dan praktek proses “Penyesuaian Pikiran” ini,  Anda bisa mengikuti workshop PropertyCASHMachine berikutnya (cek jadwal workshop terdekat DISINI)

Sebenarnya masih banyak hal dan pengalaman lainnya sehubungan dengan ekspedisi pendakian pegunungan Himalaya dan hubungannya dengan perjalanan meraih kebebasan keuangan serta waktu, melalui investasi properti yang ingin saya sharingkan buat teman teman, tapi sementara waktu, ini dulu salah satu proses terpenting yang saya sharingkan di tulisan kali ini.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

Tingkatkan WEALTH Mindset Anda dan Memulai Investasi Properti yang Cerdas dengan Property Cash Machine E-Learning.

Raih Kebebasan Keuangan dan Waktu melalui Investasi Properti Tanpa Modal dengan ikuti sesi training & konsultasi di Workshop Property Cash Machine.

Joe Hartanto