UNTUNG 50 Juta Gara-gara Kawat Gigi

Setelah sempat membahas Kesalahan No 1 dalam Berinvestasi Properti, maka kali ini saya ingin menjelaskan kesalahan lain dalam berinvestasi properti yang biasanya sering dilakukan pemula atau orang yang  awam dalam melakukan transaksi properti.

Apa kesalahan yang saya maksud itu? Yaitu:

Tidak Mampu Bernegosiasi

Nah untuk menjelaskan pentingnya kemampuan bernegosiasi ini, saya meminta Johnny Tjhong yang merupakan Alumni Workshop PCM  yang sudah sukses berkali-kali bertransaksi properti, sering membantu teman teman alumni PCM lainnya dalam melakukan transaksi properti dan juga sering saya minta untuk sharing pengalamannya di Workshop Property Cash Machine.

Berikut tulisannya…

UNTUNG 50 Juta Gara-gara Kawat Gigi
by Johnny Tjhong

Sabtu lalu saya baru aja turun dari perjalanan trekking di gunung Merbabu 3142 mdpl bersama dengan beberapa teman alumni PCM dan KFF dan tentunya juga bersama dengan pak Joe Hartanto.

Hari minggunya, kawat dan bracket gigi saya lepas dari posisinya.. Maklum, mungkin karena cara makan nya rada ganas sewaktu di gunung kemarin 🙂

Hampir aja saya telan itu bracket dan kawat gigi, lumayan bisa nambah kenyang dikit. Hahahaaa (btw, bracket gigi itu besi2 yg di tempelin di gigi, yang nongol2 mengkilap bikin silau)

Nah, kebetulan Selasa pagi ini saya langsung ke dokter gigi untuk kontrol kawat gigi yang baru saya pasang 1 bulan lalu sekalian perbaiki kawat yang lepas ini.

Duduk di kursi dokter gigi yang mewah itu, mulut di suruh nganga, tarik kawat sana sini, lem bracket, udah kelar tuh, ga sampe 10menit. Biayanya sekali kontrol sekitar 300-700ribu rupiah.

Kejadian ini mengingatkan saya pada kisah menarik dari transaksi rumah kost salah satu alumni PCM pada bulan Juni kemarin di salah satu kota di Sumatera, yang kebetulan saya bantu langsung step by step keberhasilan transaksinya (termasuk sampai pergi ke kota itu).

Jadi begini ceritanya…

Sewaktu saya ngobrol-ngobrol dengan si ibu pemilik kost dan anak nya yang kebetulan ada disana juga, ternyata alasan si ibu itu menjual rumah kost nya adalah karena anaknya dari kuliah perawat gigi ingin beralih menjadi dokter umum dan alhasil memerlukan biaya ratusan juta untuk uang masuk kuliah kedokteran tersebut.

Nah… karena si anaknya itu juga memakai kawat gigi seperti saya, sang ibu pemilik kost bilang bahwa beberapa saat lalu anaknya ini memasang kawat gigi untuk puluhan teman-temannya secara gratis untuk kebutuhan ujian praktek di kuliah perawat gigi nya.

Saya langsung penasaran bertanya sama anaknya, “Emang harga kawat gigi dan bracketnya itu berapaan sih?” Si Anak langsung menjawab, “Murah kok itu, cuma puluhan ribu doang

Saya langsung kaget, “oh ya???? semurah itu kah? Yakin kamu??? Yang paling mahal dan kualitasnya paling bagus berapaan?”.

Saya tanya seperti ini karena saya merasa kok saya pasang kawat gigi mahal amat ya sampe belasan juta (apa cuma di Jakarta ya semahal itu??)

Si Anak jawab lagi, “Iya yakin kok Pak… Memang murah, yang kualitas paling bagus ya cuma ratusan ribu aja palingan. YANG MAHAL ITU, BELAJAR ILMU PASANG KAWAT GIGI NYA PAK!”.

WOWWWW, Coba hitung, dengan ILMU PASANG KAWAT GIGI, barang ratusan ribu bisa dijual belasan juta. RIBUAN PERSEN untungnya!! Dan dilakukan berulang-ulang ke banyak pasien. Mantap gak tuh? Pantesan dokter gigi sering nawarin pasien pasang kawat gigi 🙂

Langsung saya dapat Magic Moment ketika itu……….

Saya bukan sedang mau mengajak Anda untuk rame-rame belajar ilmu pasang kawat gigi disini he..he..he. Tapi sebenarnya mau menceritakan proses NEGOSIASI dari transaksi rumah kost si Alumni PCM ini. Gak apa-apa ya muter dikit 🙂

Jadi, apraisal dari bank untuk rumah kost tersebut adalah Rp 894 juta. Dan sebelum saya datang ke sana, saya sudah memberikan beberapa arahan ke alumni PCM yang saya bantu ini sehingga bisa deal di angka Rp 600 juta dari harga pembukaan Rp 850 jutaan.

Ini artinya sudah HEMAT Rp 294 juta dari angka apraisal bank. Atau boleh di bilang sudah UNTUNG DIMUKA Rp 294 juta!

Dimana ketika dijual nanti, kemungkinan sangat besar bisa dijual diatas harga apraisal. Karena harga apraisal pada umumnya lebih rendah dari harga real transaksi.

Saat itu saya langsung teringat dengan salah satu ILMU PASANG KAWAT GIGI ehhhhh…. maksudnya ILMU NEGOSIASI yang diajarkan di Workshop PropertyCASHMachine, saya coba berbicara lagi dengan sang ibu kost dan anaknya sekitar 2-3 jam dan alhasiiiillllll turun lagi angkanya menjadi Rp 550 juta.

Wowwww, lumayan banget lhooo…

Artinya 2-3 jam bicara, saya bisa HEMAT 50 juta atau bisa juga dibilang 2-3 jam saya UNTUNG Rp 50 juta kan?

Saya sangat bersyukur sekali atas ilmu yang saya dapatkan dan terus saya update dari workshop PropertyCASHMachine.

Saya mengenang kembali ketika awal saya mau ikutan Workshop PCM menggunakan Kartu Kredit sekitar 4 tahun lalu, terasa MAHAL SEKALI biaya workshop ini. Antara Rela ga Rela bayarnya. Hahahaaa…

Tapi kalau dibandingkan hari ini, dari berkali-kali transaksi properti yang sudah berhasil saya lakukan, bisa dikatakan hasilnya sudah UNTUNG RATUSAN RIBU PERSEN dan tentunya keuntungan ini masih akan terus berlanjut profitnya di transaksi-transaksi saya berikutnya.

Bahkan dengan ILMU ini saya juga sudah membantu banyak teman-teman serta saudara-saudara saya untuk beli properti tanpa modal bahkan dapat modal.

Saya baru sadar, sebenarnya ILMU di workshop Property CASH Machine itu justru SANGAT MURAH, PAKE “BANGET” ALIAS “MURAH BANGEEEET”.

Sayangnya, banyak orang Naif, buaaaanyaaaak sekali teman-teman saya bertanya bagaimana cara sukses melalui properti, bagaimana beli properti tanpa modal, bagaimana caranya flip properti, dsb.

Tapi sayangnya, 99% diantara mereka tidak bersedia menyisihkan waktu, tenaga, pikiran, apalagi UANG yang padahal ga seberapa dibandingkan yang akan dihasilkan untuk belajar dari MENTOR/COACH PROPERTI yang TEPAT.

Ingeeet deh, kalau…..

ILMU itu sebenarnya MURAH. Yang MAHAL justru adalah biaya yang harus dikeluarkan dari TIDAK PUNYA ILMU

Kebayangkan kalau si alumni PCM itu tidak pernah ikut workshop Property CASH Machine, mungkin dari Rp 850 juta hanya akan berhasil di tawar jadi Rp 800 juta.

Tapi dengan hanya 1-2 jurus negosiasi yang diajarkan di workshop PCM, bisa ditawar sampai harga 600juta. Dan waktu saya tambahin satu jurus lagi, “Jurus Kawat Gigi”, jadi bisa lebih hemat 50 juta lagi dan DEAL di angka Rp 550 juta.

Berapa selisih 800juta dengan 550juta? Rp 250 JUTAAA, yaaaa benar 250 JUTAAAA!!

Itu lah biaya kemahalan yang harus dibayar kalau tidak punya ILMU NEGOSIASI yang tepat.

Ok..See You Guys di Workshop PCM terdekat!

Salam Sukses Berkelimpahan Seribu Pintu.. 🙂

Nah teman teman, inti dari tulisan Coach Johnny Tjhong diatas adalah:

Sebagai seorang profesional properti investor kemampuan bernegosiasi adalah salah satu syarat mutlak yang harus dikuasai dan dipraktekkan di setiap transaksi yang Anda lakukan.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

PS: Raih Kebebasan Keuangan dan Waktu melalui Investasi Properti Tanpa Modal dengan ikuti sesi training & konsultasi di Workshop Property Cash Machine.

  • Adi Pramono

    secara pribadi saya ingin ikut trainingnya tapi belum sempat,mengingat lokasi dan waktu saya bersamaan dengan training tersebut tidak berada dilokasi pertemuan.Kalau menyimak beberapa cerita alumni nya sangat terkesan,sangat fantastis…..saya yakin dibalik itu diperlukan perjuangan ,energi,waktu dan biaya yang besar juga